Geger Pistol dan CD Porno di Sekolah Harapan Ibu: 580 Siswa PJJ; Yayasan Lapor KPAI dan DPR

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang memutuskan menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring atau pendidikan jarak jauh (PJJ), seiring penemuan senjata jenis pistol di area Sekolah Islam Harapan Ibu di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Keputusan menggelar PJJ demi 580 murid, di mana makin dari setengahnya merupakan siswa sekolah dasar (SD), diambil demi mengonfirmasi keamanan peserta disdik.

Kebijakan tersebut berlangsung demi satu pekan, terhitung sejak Senin, 10 Agustus 2026 sampai Jumat, 14 Agustus 2026.

Kuasa hukum yayasan sekolah, Hermawanro menegaskan pihaknya telah mendorong kepihak kepolisianan demi dalam waktu dekat menjalankan sterilisasi seiring area sekolh yang kini kosong lantaran pemberlakuan PJJ.

“Hal ini dilakukan demi memastikn aparat kepihak kepolisianan menjalankan sterilisasi seluruh ruangan yang masih dicurigai ada senjata atau barang terlarang lainnya serta membuka seluruh police line,” kata Hermawanto dalam keterangan pers di Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026).

Annisa Ismail, kuasa hukum lainnya, menegaskan pihaknya juga telah menjalin komunikasi bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), demi dalam waktu dekat menjalankan audnsi perihal temuan senjata jenis pistol di ruangan sekolah, Senin esok hari.

Selain bersama KPAI, komunikasi juga dilakukan ke DPR melalui Komisi III yang mebidangi hukum dan Komisi X yang membidangi pendidikan.

Harapannya, pihak yayasan dapat menjalankan audensi.

Secara resmi, pihak yayasan juga telah berkirim surat kepada Keaparatur negara kementerianan Pendidikan Dasar den Menengah (Kemendikdasmen) demi mengimbau perlindungan hukum kepada sekolah.

Semasih belumnya, pihak pengurus baru yayasan sekolah swasta (sekolah Islam Harapan Ibu) di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengaku tidak mengetahui asal-usul ratusan senjata yang ditemukan di lingkungan sekolah tersebut.

“Pengurus baru tidak mengetahui sama sekali keberadaan senjata itu sampai kami menemukannya. Bagaimana caranya masuk, siapa yang bertanggung jawab, kami juga tidak tahu. Yang mengelola dahulu merupakan pengurus lama yang telah kami berhentikan,” kata kuasa hukum yayasan sekolah Hermawanto.

Dia menyebutkan seluruh akses ke dalam ruangan penyimpanan senjata itu semasih belumnya dikuasai oleh pengurus lama yang telah diberhentikan.

Pengurus yayasan pada saat ini baru mengetahui keberadaan ratusan senjata tersebut setelah menjalankan penataan aset di lingkungan sekolah.

Menurut Hermawanto, pihaknya khawatir masih ada barang-barang berbahaya, termasuk senjata, yang tersimpan di dalam bunker tersebut. Maka dari itu, yayasan telah mengimbau kepihak kepolisianan agar dalam waktu dekat menjalankan pemeriksaan.

“Kami khawatir di ruangan itu juga ada senjata. Kami telah mengimbau kepada aparat demi menindaklanjuti. Namun temuan pada 10 Juli baru ditindaklanjuti pada 6 Agustus. Menurut kami, waktunya telah cukup lama,” tutur Hermawanto.

Seperti diketahui, Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan temuan sejumlah senjata api dan airsoft gun di dalam salah satu ruangan milik yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Di dalam ruangan bekas Kepala Yayasan berinisial IWD di sekolah swasta itu ditemukan 995 pucuk senjata, amunisi, aksesori senjata, alat pembuat peluru, VCD porno serta barang yang diduga narkotika jenis sabu dan ganja.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *