Prabowo Guyur Dana Rp360 Triliun untuk Rakyat dari Efisiensi Pengadaan

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Presiden Prabowo Subianto pihak pemerintah menang sejumlah dari efisiensi belanja pengadaan barang dan jasa pihak pemerintah. Bahkan, dapat menghidupi masyarakat sekitar makin layak lagi.

Ia memaparkan, data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang disampaikan Prabowo, konsolidasi pengadaan pihak pemerintah daerah telah menghasilkan efisiensi 20,86 persen pada 2025 dan diperkirakan mencapai 25,43 persen pada 2026.

Jika konsolidasi dilakukan secara luas dan disiplin, efisiensi disebut dapat mencapai 30 persen dari total belanja pengadaan yang mencapai Rp1.200 triliun.

“Artinya, efisiensi dalam satu tahun dapat mencapai 360 triliun rupiah. Kita dapat bayangkan, 20 miliar dolar,” ujarnya saat berpidato dalam Nota Keuangan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo menilai angka tersebut bukanlah jumlah yang kecil. Dana hasil efisiensi tersebut, menurutnya, dapat dialihkan demi berbagai program yang menyerahkan manfaat langsung untuk masyarakat sekitar.

Prabowo menegaskan penghematan anggaran bukan sekadar upaya mengurangi belanja pihak pemerintah. Dana yang sukses dihemat dapat menciptakan ruang fiskal tambahan demi membiayai berbagai kebutuhan publik.

Ia mencontohkan dana tersebut dapat digunakan demi memperbaiki ruang kelas sekolah, merenovasi Puskesmas, hingga menyediakan rumah sakit dan alat kesehatan untuk masyarakat sekitar.

“Ruang kelas sekolah yang dapat kita perbaiki, Puskesmas yang kita dapat renovasi, rumah sakit dan alat-alat kesehatan yang dapat kita berikan kepada rakyat kita di seluruh kota, di seluruh kecamatan, dan ujungnya kehidupan rakyat yang makin baik.”

Salah satu contoh efisiensi yang disoroti Prabowo terjadi pada pengadaan Layar Pintar Interaktif (IFP). Semasih belumnya, pihak pemerintah daerah membeli perangkat tersebut secara terpisah bersama harga sekitar Rp150 juta per unit.

Setelah kebutuhan pengadaan dikonsolidasikan melalui Keaparatur negara kementerianan Pendidikan Dasar dan Menengah, pihak pemerintah disebut dapat memperoleh perangkat serupa bersama harga Rp26 juta per unit, termasuk ongkos kirim dan pemasangan hingga daerah terpencil.

“Ini penghematan hampir enam kali. Enam kali penghematan! Ini riil. 150 juta kita beli bersama harga 26 juta termasuk ongkos kirim dan ongkos pasang sampai ke tempat terpencil, terluar, dan tertinggal,” bebernya.

Atas dasar itu, pihak pemerintah berencana mengonsolidasikan pengadaan barang dan jasa yang memiliki kebutuhan serupa.

Prabowo juga menyampaikan pihak pemerintah akan meningkatkan kelembagaan LKPP menjadi Badan Pengadaan Pemerintah.

Kebutuhan keaparatur negara kementerianan, lembaga, dan pihak pemerintah daerah nantinya akan dihimpun, spesifikasi distandardisasi, serta volume pengadaan disatukan. Proses pengadaan juga akan dilakukan secara digital agar makin transparan, kompetitif, dan akuntabel.

“Jika barangnya sama, kita beli bersama. Jika kebutuhannya dapat direncanakan, kita rencanakan bersama. Jika negara dapat memperoleh harga dan mutu yang makin baik bersama bekerja sama, tidak ada alasan demi kita tidak lakukan itu,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *