Pascagempa, Sejumlah Bandara di Flores Masih Batalkan Penerbangan

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, masih masih belum sepenuhnya pulih setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8).

Sejumlah bandara masih merasakan pembatalan penerbangan. Pemerintah menyebut kondisi penerbangan di Flores masih dinamis dan amat bergantung pada hasil pemeriksaan keselamatan serta keputusan operasional masing-masing maskapai dan pengelola bandara.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebutkan penyesuaian operasional transportasi udara diberlakukan sesuai bersama kondisi pascagempa.

“Kondisi penerbangan di Flores masih bersifat dinamis dan amat bergantung pada hasil pemeriksaan keselamatan serta keputusan operasional masing-masing maskapai dan pengelola bandara,” kata Berton di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Meski demikian, tidak seluruh bandara terdampak merasakan gangguan operasional. Hasil asesmen memperlihatkan operasional Bandara Komodo Labuan Bajo telah berjalan normal pada Senin (17/8).

Sementara itu, di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, seuntukan penerbangan masih dibatalkan.

Di Bandara Soa-Bajawa, seluruh penerbangan yang terjadwal pada Senin (17/8) berdasarkan informasi yang diterima dibatalkan sementara.

Kondisi berbeda juga terjadi di Bandara Frans Sales Lega Ruteng. Sejumlah penerbangan masih merasakan pembatalan dan fasilitas bandara masih membutuhkan pemantauan makin lanjut.

Kerusakan atau retakan ditemukan pada sejumlah bangunan di bandara tersebut, mengawali dari terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK hingga fasilitas pendukung lainnya.

Sementara di Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu, seuntukan penerbangan masih beroperasi, sementara itu seuntukan lainnya merasakan pembatalan.

Gangguan penerbangan tersebut terjadi ketika pihak pemerintah masih menjalankan asesmen terhadap dampak gempa pada infrastruktur transportasi di sejumlah wilayah NTT.

Keputusan demi membuka atau membatasi operasional penerbangan dilakukan bersama mempertimbangkan hasil pemeriksaan keselamatan di masing-masing bandara.

Selain penerbangan, akses transportasi laut menuju kawasan wisata Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo telah kembali dibuka.

Pada Minggu (16/8), sesejumlah 308 kapal wisata tercatat berangkat dari Labuan Bajo bersama mengangkut 3.651 penumpang. Dari jumlah tersebut, 811 merupakan wisatawan domestik dan 2.840 wisatawan mancanegara.

Aktivitas Pelabuhan Marina Labuan Bajo juga dilaporkan berjalan normal, lancar, aman dan kondusif.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *