NASA Temukan Lubang Hitam Raksasa Pengembara Mangsa Bintang

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Fenomena langka penyerapan bintang oleh lubang hitam supermasif pengembara yang berada di pinggiran galaksi luar sukses direkam oleh Teleskop Swift milik NASA.

Temuan ini membuktikan secara ilmiah keberadaan monster gravitasi berukuran jutaan kali massa Matahari yang berkelana jauh di luar pusat galaksi utamanya.

“Kami memang berburu peristiwa pembantaian bintang ini sebagai sarana menemukan lubang hitam supermasif tak terlihat yang mengembara jauh dari inti galaksi tempat mereka biasanya berada,” kata Robert Stein, peneliti dari Universitas Maryland, College Park, dan Goddard Space Flight Center NASA di Greenbelt, Maryland, dikutip dari Futura-sciences.

“Dengan penemuan ini, yang merupakan satu dari sedikit kasus yang baru terkonfirmasi sejauh ini, kami telah memvalidasi teknik baru dan dapat memakainya demi berburu makin sejumlah lagi.”

Peristiwa yang dikenal sebagai tidal disruption event ini menghasilkan kilatan cahaya yang amat terang akibat gaya gravitasi ekstrem lubang hitam memicu kehancuran total bintang.

Sinyal kejutan tersebut awal mulanya terdeteksi pada November 2025 oleh fasilitas pengamatan ZTF di California Selatan dari galaksi yang berjarak 750 juta tahun cahaya.

“Dari setengah juta kilatan cahaya yang dideteksi ZTF setiap malam, algoritma kecerdasan buatan baru kami secara otomatis mengenali kilatan yang amat mirip bersama peristiwa pembantaian bintang, meskipun lokasinya tidak biasa di pinggiran galaksi,” ujar Stein.

Ledakan materi tersebut menghasilkan energi radiasi inframerah hingga ultraviolet yang mengalahkan terang seluruh galaksi inangnya selama sejumlah bulan.

Konfirmasi lanjutan mengenai spektrum energi panas mencapai 30.000 derajat Celsius ini dilakukan melalui kolaborasi teleskop darat SOAR di Cili dan fasilitas UVOT satelit NASA Swift.

“Kombinasi dari seluruh data ini menolong kami menyingkirkan penjelasan lain dan bersama percaya diri menegaskan bahwa ini merupakan peristiwa pembantaian bintang, meskipun lokasinya aneh,” kata Jonathan Carney, kalangan akademisi doktoral di Universitas North Carolina di Chapel Hill, yang memperoleh spektrum pertama pendukung interpretasi kilatan tersebut sebagai peristiwa pembantaian bintang.

Bagaimana lubang hitam raksasa ini dapat terlempar jauh dari tempat asalnya?

“Itu tentu berasal dari pusat galaksi, namun bukan galaksi yang menjadi tempatnya berada di pinggiran pada saat ini,” kata Stein.

“Kami menduga lubang hitam supermasif milik galaksi inang masih berada di intinya, namun lubang hitam yang memakan bintang tersebut dapat jadi berawal dari galaksi kecil yang bergabung bersama galaksi besar yang kita lihat pada hari ini.”

Para ilmuwan mengemukakan hipotesis bahwa dorongan gravitasi dari penggabungan tiga galaksi atau benturan bersama galaksi kerdil telah menendang lubang hitam tersebut ke area pinggiran.

Potensi ditemukannya makin sejumlah monster antariksa tak bertuan ini membuka cakrawala baru mengenai sejarah evolusi dan interaksi galaksi di alam semesta.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *