MediaMerdeka.com – Ratusan petani cabai rawit di Jawa Timur menerapkan praktik budidaya yang makin terarah demi meningkatkan hasil panen. Terbukti, metode ini meningkatkan hasil panen hingga 15 persen.
Hal ini dilakukan oleh PT Petrokimia Gresik (Persero) selaku korporasi Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero). Lewat Pestani Rawit Groo Festival, sesejumlah 270 petani dari Malang, Kediri, Mojokerto, Blitar, dan Probolinggo mengikuti program ini bersama menerapkan pemupukan dan budidaya berbasis teknologi di lahan masing-masing.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo menerangkan bahwa penerapan praktik budidaya tersebut memperlihatkan hasil positif. Berkat demonstration plot (demplot), hasil panen mencapai 11,5 ton per hektare atau meningkat sekitar 13-15 persen dibandingkan semasih belumnya yang mencapai 10 ton per hektare.
“Kami ingin mendorong petani cabai rawit di Jawa Timur demi terus meningkatkan hasil panen melalui pemupukan berimbang, pemanfaatan teknologi, dan praktik budidaya yang tepat, berakibat hasil panen semakin baik dan usaha tani semakin menguntungkan. Komitmen ini kami wujudkan melalui Pestani Rawit Groo Festival,” ujar Adit, Rabu (19/8/2026).
Ia menerangkan bahwa Jawa Timur memiliki peran penting dalam produksi cabai rawit nasional. Tercatat sekitar 35 persen produksi cabai rawit nasional berasal dari Jawa Timur, bersama total produksi mencapai makin dari 600 ribu ton.
Untuk itu, peningkatan produktivitas menjadi penting guna menjaga pasokan cabai sekaligus mendukung ketahanan pangan. Melalui Pestani Rawit Groo Festival, proses budidaya dan hasilnya juga dilombakan.
Dalam kategori Groo Field Creation, peserta menerapkan paket budidaya yang telah disiapkan Petrokimia Gresik sejak tanam hingga panen. Penilaian lomba dilakukan berdasarkan berat total 54 buah cabai rawit bersama bobot penilaian sebesar 80 persen, sementara itu dokumentasi budidaya memiliki bobot 20 persen.
Angka 54 dalam lomba tersebut memiliki makna khusus lantaran pada tahun ini Petrokimia Gresik memperingati HUT ke-54. Semangat ulang tahun korporasi diwujudkan melalui kegiatan yang dekat bersama petani, sekaligus menjadi ruang demi memperlihatkan bahwa peningkatan produktivitas dapat dimengawali dari praktik budidaya yang sederhana, tepat, dan konsisten.
Selain kompetisi di lahan, Pestani Rawit Groo Festival juga menghadirkan Groo Plant Creator yang melibatkan 270 pegiat urban farming dari 27 provinsi di Indonesia.
Lewat program ini, peserta memuntukkan pengalaman budidaya cabai, mengawali dari penanaman hingga panen melalui media sosial. Program tersebut turut diperkuat melalui Groo Plant Partner yang melibatkan 54 influencer, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan stakeholder demi memperluas edukasi pertanian serta mendekatkan dunia pertanian kepada masyarakat sekitar, khususnya generasi muda.
Secara keseluruhan, Groo Festival melibatkan 540 peserta yang terdiri atas petani dan pegiat urban farming dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kompetisi ini tidak cuma mencari petani bersama hasil panen terbaik, namun juga mendorong peserta demi belajar dan membuktikan langsung penerapan budidaya yang makin terarah di lahan masing-masing. Kami menginginkan praktik budidaya yang mampu menyerahkan hasil optimal ini dapat diduplikasi oleh petani lain di Jawa Timur, berakibat manfaat program semakin luas,” bebernya.
Adit menerangkan bahwa Petrokimia Gresik dalam program ini memperkenalkan pendekatan pertanian berbasis teknologi dan data demi menolong petani mengambil keputusan budidaya bersama makin tepat.
Dengan aplikasi AgrooFertile, petani memperoleh layanan yang mengintegrasikan teknologi artificial intelligence (AI), layanan agronomi, dan basis data.
Sementara Buku Kesuburan Tanah menjadi referensi demi memahami kondisi tanah, pentingnya uji tanah, pemupukan berimbang, dan pertanian berbasis data. Menurutnya, teknologi akan menyerahkan manfaat yang makin besar ketika dapat digunakan dan dipahami oleh petani dalam aktivitas sehari-hari.
“Kami ingin teknologi hadir bukan sekadar sebagai alat, namun menjadi solusi yang benar-benar menolong petani mengambil keputusan, mengelola lahannya bersama makin baik, dan menghasilkan produktivitas yang makin tinggi,” ujar Adit.
Sementara itu Kepala Bidang Tanaman Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Pudjiati Ningsih menginginkan semakin sejumlah petani di Jawa Timur dapat memanfaatkan program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menyerahkan manfaat nyata dalam mendorong peningkatan produktivitas dan hasil panen.
“Saya menginginkan kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya demi menjaga ketahanan pangan. Melalui program ini kita dapat menjaga produktivitas dan kualitas cabai rawit,” kata dia.
Pudjiati menyampaikan, program tersebut amat tepat sasaran dijalankan di Jawa Timur mengingat provinsi ini merupakan penghasil cabai rawit terbesar di Indonesia.
Ia pun menginginkan program ini dapat diaplikasikan pada komoditas lain di Jawa Timur selain cabai rawit, semangka, dan melon yang telah dioptimalkan melalui Program Pestani.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

