100 Orang Tewas Tertimbun Tambang Emas Tradisional Runtuh, Puluhan Orang Hilang di Desa Zamboye

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Bencana besar melanda area tambang emas tradisional di Desa Zamboye yang berada di dekat perbatasan Republik Afrika Tengah dan Kamerun, Rabu pada hari semasih belumnya. Runtuhnya lorong-lorong bawah tanah secara mendadak mengubur ratusan pekerja hingga mengakibatkan setidaknya 100 orang meninggal dunia.

Para relawan kemanusiaan bersama masyarakat sekitar lokal terus berupaya membongkar tumpukan tanah demi mengevakuasi pihak korban yang masih terjebak. Peluang menemukan penambang dalam kondisi selamat semakin tipis seiring beratnya medan dan terbatasnya peralatan keselamatan.

Insiden maut di wilayah Baboua ini menambah deretan panjang tragedi kelam industri ekstraktif informal di kawasan Afrika Tengah. Pihak berwenang kini mengawali turun tangan mengusut penyebab tentu ambrolnya struktur tanah di lokasi penambangan tersebut.

Gervais Ganagoroh, seorang relawan Palang Merah yang terlibat dalam upaya pertolongan, mengonfirmasi jumlah pihak korban jiwa pada Rabu.

“Lebih dari 100 jenazah telah dievakuasi dari lokasi runtuhnya tambang,” ujar Gervais Ganagoroh, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (20/8/2026).

Pemerintah daerah mengkhawatirkan angka kematian masih akan terus membengkak mengingat sejumlahnya pekerja yang masih belum ditemukan di balik puing-puing tanah.

Bertrand Be Yangue, seorang aparatur negara kota setempat, menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa para pencari nafkah tersebut.

“Menemukan mereka dalam keadaan hidup merupakan sebuah keajaiban. Kami amat sedih dan hancur menyaksikan pemuda-pemudi tewas setelah datang ke tambang demi menyelamatkan keluarga mereka dari keputusasaan,” kata Bertrand Be Yangue.

Bagaimana Kondisi Evakuasi dan Bantuan Di Lokasi Kejadian?

Kepanikan dan trauma mendalam menyelimuti masyarakat sekitar serta keluarga pihak korban di Prefektur Nana-Mambere pasca insiden tragis ini. Wilayah yang terisolasi menciptakan proses penyelamatan dan distribusi bantuan darurat merasakan kendala cukup besar.

Souleymane Bi, Wakil Wali Kota Prefektur Nana-Mambere di Republik Afrika Tengah, mengimbau dukungan luas demi menangani dampak bencana tersebut.

“Ini amat mengerikan … Dan kami mengimbau bantuan dari organisasi-organisasi serta seluruh orang beritikad baik demi menolong,” ujar Souleymane Bi.

Penyelidikan hukum resmi langsung dibuka oleh kejaksaan guna mengusut penyebab utama robohnya jalur-jalur galian bawah tanah.

Jaksa Penuntut Umum Baboua menegaskan dalam sebuah pernyataan bahwa tanah longsor diperkirakan dipicu oleh “runtuhnya sejumlah terowongan bawah tanah tempat para penambang beroperasi”.

Proses pendataan total pihak korban meninggal maupun luka-luka masih terus berjalan dinamis di lapangan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *