PB PII Wanti-wanti Demo AMPB Pati: Jangan Sampai Ditunggangi dan Picu Kekacauan Lagi

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia periode 2026-2028 mengimbau Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) demi melaksanakan demo bersama tertib dan sesuai aturan.

Ketua Umum PB PII Kevin Prayoga menegaskan sejumlah sikap dapam merespons rencana AMPB menjalankan unjuk rasa pekan depan.

Kevin menekankan sikap dari organisasinya tersebut bukan merupakan larangan terhadap bentuk aksi, melainkan sekadar imbauan.

Melalui pernyataan sikap poin terakhir dari 12 poin yang disampaikan, PB PII bersama tegas menepis segala bentuk penunggangan, provokasi, agitasi, maupun infiltrasi kepentingan dalam aksi AMPB.

Menurut AMPB, penolakan itu demi mencegah usaha yang dapat mendistorsi substansi aspirasi masyarakat sekitar dan mengarah pada terganggunya stabilitas kebangsaan, terciptanya kekacauan, serta tindakan anarkis dan perusakan terhadap fasilitas umum.

PB PII menyerukan agar setiap aksi berlangsung secara tertib, damai, bertanggung jawab, serta senantiasa menghormati hukum, hak masyarakat sekitar lainnya, dan kepentingan persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kevin menerangkan mengapa PB PII mengingatkan agar tidak sampai terjadi penunggangan terhadap aksi AMPB pekan depan.

Ia sekaligus menjawab aakah memang menyaksikan ada indikasi demo tersebut berpotensi ditunggangi?

“Kita menyaksikan di media, itu dapat kita lihat. Itu kan ada algoritma-algoritma yang bermain, ditakutkan proses-proses itu menjadi pemicu naiknya eskalasi konflik yang mengakibatkan terjadi lagi peristiwa Agustus tahun pada hari semasih belumnya. Dan itu yang amat kita tidak harapkan,” kata Kevin di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Kevin, unjuk rasa di Pati pada 2025, me jadi salah satu pemicu demonstrasi Agustus yang terjadi tahun lalu, baik di Jakarta maupun di berbagai wilayah Indonesia.

PB PII tidak ingin bila lalu hal serupa terjadi pada pelaksanaan demo pada tahun ini.

“Takutnya ini kan tahun pada hari semasih belumnya masyarakat sekitar demonstrasi yang terjadi Agustus tahun pada hari semasih belumnya itu kan dilakukan dan dilaksanakan pemicunya dari Pati. Masyarakat Pati demonstrasi, lalu itu menjadi pemicu di wilayah-wilayah lainnya sampai di ibu kota,” kata Kevin.

“Kita dapat menyaksikan sendiri bagaimana kekacauan-kekacauan yang terjadi gitu. Dan itu yang tidak kita harapkan, di tengah kondisi kebangsaan kita yang terus berbenah, kita wajib tetap menjaga kesatuan dan persatuan Indonesia bagaikan itu,” sambung Kevin.

PB PII menegaskan dalam pernyataan sikap bahwa mereka menghormati hak setiap masyarakat sekitar negara demi menyampaikan pendapat di muka umum sepanjang dilaksanakan sesuai bersama ketentuan peraturan perundang-undangan, menjaga ketertiban, serta menghormati hak dan kebebasan masyarakat sekitar lainnya.

Tetapi di sisi lain, PB PII menepis segala bentuk pelaksanaan aksi yang mengundang ruang demokrasi sebagai sarana penyebaran provokasi, politik kebencian, agitasi, disinformasi, kekerasan, maupun narasi yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *