Bukan Sekadar Daur Ulang, Bagaimana Uni Eropa Ubah Industri Elektronik agar Lebih Ramah Lingkungan?

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Penggunaan perangkat elektronik yang semakin luas ikut mendorong peningkatan kebutuhan bahan baku dan energi. Kondisi ini menciptakan industri elektronik menyikapi tantangan demi mengurangi dampak lingkungan sepanjang siklus hidup produk.

Uni Eropa lalu mendorong perubahan tersebut melalui European Green Deal, yang menargetkan kawasan itu mencapai netralitas iklim pada 2050 tanpa mengorbankan daya saing ekonominya.

Salah satu upaya yang dikembangkan merupakan proyek SUSTRONICS (Sustainable and Green Electronics for Circular Economy). Proyek berskala besar yang melibatkan mitra dari 11 negara Eropa ini dirancang demi menciptakan industri elektronik makin berkelanjutan dan menerapkan prinsip ekonomi sirkular sejak tahap pengembangan hingga akhir masa pakai produk.

SUSTRONICS berfokus pada penggunaan material yang makin hemat sumber daya, elektronik tercetak, proses manufaktur yang makin efisien energi, serta penerapan prinsip reuse, repair, dan recycling.

Para peneliti juga menguji berbagai inovasi melalui 10 demonstrator yang mencakup sejumlah bidang aplikasi. Pengujian tersebut antara lain mencakup keandalan produk dan life cycle assessment (LCA) atau penilaian daur hidup.

Institut Fraunhofer menjalankan LCA bersama fokus pada teknologi medis dan diagnostik. Analisis ini digunakan demi menyaksikan dampak lingkungan sebuah produk secara menyeluruh, mengawali dari bahan baku hingga akhir siklus hidupnya.

Pendekatan tersebut mebarangkalikan peneliti mengidentifikasi tahapan yang menyerahkan dampak lingkungan teramat besar. Titik-titik tersebut lalu dapat menjadi dasar demi memperbaiki desain dan proses produksi semasih belum produk memasuki tahap pengembangan berikutnya.

Salah satu penerapannya dilakukan pada pengembangan patch pemantauan glukosa. Analisis terhadap potensi pemanasan global, penggunaan material kritis, dan toksisitas menolong peneliti mengidentifikasi komponen yang memiliki dampak lingkungan besar.

Hasil analisis tersebut lalu digunakan demi mengoptimalkan desain produk. Mitra proyek, Onalabs, misalnya, dapat menerapkan sensor optik pada untukan tertentu berakibat jejak karbon produk dapat dikurangi sekitar 65 persen.

Selain teknologi, pemilihan material juga menjadi faktor penting dalam mengurangi dampak lingkungan perangkat elektronik.

Ilmuwan dari Departemen Lingkungan Fraunhofer IZM, David Sánchez, menyebutkan penggunaan substrat dan tinta konduktif alternatif dapat mengurangi dampak lingkungan modul elektronik fleksibel hingga 95%, dibandingkan penggunaan material standar berupa PET dan perak.

“Hanya bersama memakai substrat dan tinta konduktif yang berbeda, bagaikan Thinstar dan karbon sebagai pengganti perak, serta penggunaan material daur ulang, dampak lingkungan dari modul elektronik fleksibel dalam produk dapat ditekan hingga 95%.”

Menurut Sánchez, ketersediaan data mengenai dampak lingkungan perlu diperhatikan sejak tahap penelitian dan pengembangan. Dengan informasi tersebut, pengembang dapat mempertimbangkan aspek keberlanjutan sejak awal, bukan setelah produk berakhir dibuat.

SUSTRONICS menawarkan pendekatan holistik dan dapat berfungsi sebagai proyek unggulan demi ekonomi sirkular yang berkelanjutan, untuk para pemangku kepentingan dari industri, penelitian, dan kebijakan,” kata Sánchez, dikutip dari laman Phys.org, Rabu (19/8).

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa upaya mengurangi dampak industri elektronik tidak cuma bergantung pada bagaimana produk digunakan, namun juga pada material yang dipilih, cara produk diproduksi, serta bagaimana produk dikelola setelah masa pakainya berakhir.

Penulis: Chairunisa

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *