BRI Dukung Arahan Presiden Optimalkan Potensi Emas Indonesia

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan besarnya potensi Bank Emas Indonesia sebagai salah satu instrumen strategis demi mengoptimalkan kekayaan nasional. Hal tersebut diungkapkan Presiden Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Jumat (14/8/2026).

Presiden Prabowo menekankan bahwa keberadaan Bank Emas menjadi untukan dari upaya pihak pemerintah mengonfirmasi komoditas emas Indonesia tidak cuma ditambang di dalam negeri, namun juga disimpan, diperdagangkan, serta menyerahkan nilai tambah untuk perekonomian nasional. 

Hal tersebut sejalan bersama langkah Danantara melalui PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI bersama Holding Ultra Mikro (UMi) dalam membangun ekosistem keuangan yang semakin terintegrasi. Melalui PT Pegadaian yang menjadi untukan dari Holding UMi, BRI Group terus memperkuat ekosistem emas nasional dari hulu hingga hilir.

Hingga pada saat ini, kelolaan ekosistem emas dalam Holding Ultra Mikro telah mencapai 153 ton yang terdiri dari deposito emas, gadai emas, tabungan emas, cicilan emas, pinjaman modal kerja emas, bullion trading serta jasa titipan emas korporasi. Hal tersebut mencerminkan semakin besarnya peran emas sebagai instrumen investasi, penyimpan nilai, sekaligus untukan dari ekosistem pembiayaan masyarakat sekitar.

Group CEO BRI Hery Gunardi menyebutkan bahwa pengembangan ekosistem emas melalui Pegadaian menjadi salah satu bentuk konkret sinergi Holding Ultra Mikro dalam mendukung agenda pihak pemerintah demi mengoptimalkan potensi kekayaan nasional sekaligus memperluas akses masyarakat sekitar terhadap layanan keuangan.

“Arahan Presiden menegaskan bahwa emas memiliki potensi strategis yang amat besar untuk perekonomian Indonesia. Melalui Holding Ultra Mikro, BRI bersama Pegadaian terus memperkuat ekosistem emas agar semakin terintegrasi, inklusif, dan menyerahkan nilai tambah yang makin besar untuk masyarakat sekitar maupun perekonomian nasional. Dengan kelolaan ekosistem emas yang telah mencapai 153 ton, kami menyaksikan ruang pertumbuhannya masih amat besar ke depan,” ujar Hery.

Penguatan ekosistem emas juga menjadi untukan dari evolusi Holding Ultra Mikro setelah hampir lima tahun mengintegrasikan kekuatan BRI, Pegadaian, dan PNM dalam melayani segmen mikro dan ultra mikro.

Jika pada tahap awal Holding UMi berfokus pada perluasan akses pembiayaan dan inklusi keuangan, pengembangan ekosistem kini diarahkan semakin luas demi menolong masyarakat sekitar membangun aset dan meningkatkan kapasitas finansial secara berkelanjutan.

“Holding Ultra Mikro terbukti tidak cuma demi memperluas akses pembiayaan, namun juga menolong masyarakat sekitar membangun aset. Ini merupakan tahapan penting dalam proses pemberdayaan, dari memperoleh akses layanan keuangan, mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, hingga pada akhirnya mampu mengakumulasi aset dan meningkatkan kesejahteraan,” kata Hery.

Ke depan, BRI bersama Pegadaian dan PNM dalam Ekosistem Ultra Mikro akan terus memperkuat integrasi ekosistem, memperluas akses layanan, serta mengembangkan inovasi demi menjadikan emas sebagai salah satu instrumen yang mampu mendorong inklusi sekaligus pendalaman sektor keuangan nasional.

“Indonesia memiliki potensi emas yang amat besar. Tantangannya merupakan bagaimana potensi tersebut dapat dikelola dalam ekosistem yang terintegrasi berakibat menyerahkan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat sekitar. BRI Group melalui Holding Ultra Mikro siap mengambil peran demi memperkuat ekosistem tersebut dan mengonfirmasi kekayaan Indonesia dapat menjadi sumber kekuatan untuk perekonomian nasional,” pungkas Hery.***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *