Purbaya Batasi BBM Subsidi ke Desil 10, Klaim Bikin Hemat Anggaran 10 Persen

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi Pemerintah bakal membatasi bahan bakar minyak (BBM) subsidi, bagaikan Pertalite (RON 90) dan Bio Solar, untuk masyarakat sekitar yang berstatus Desil 10.

Menkeu Purbaya juga membantah bila penyaluran BBM subsidi bakal diperketat. Ia mengonfirmasi kebijakan pembatasan BBM berlaku demi masyarakat sekitar Desil 10.

“Enggak diperketat, cuma akan ditentukan nanti, yang saya tahu ya, supaya tepat sasaran. Mungkin kita akan coba nanti sejumlah bulan ke depan, yang Desil 10 kita batasi dulu,” katanya, dikutip Jumat (21/8/2026).

Bendahara Negara juga menyebut bila pembatasan BBM subsidi bagaikan Pertalite ke Desil 10 dapat menghemat 10 persen dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Nanti ada penghematan, kita masih hitung. Kira-kira sepersepuluhnya,” jelas Purbaya.

Sementara itu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan skema tersebut masih dalam tahap kajian.

“Pembatasan Pertalite kini kan kita masih dalam kajian, lagi dikaji kini. Kalau sampai bersama keputusan kajian masih belum ada, masih bagaikan kini ini jalan,” kata Bahlil saat ditemui wartawan di JCC, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Dengan demikian, masyarakat sekitar masih dapat membeli Pertalite bagaikan biasa. Pemerintah juga masih belum memberlakukan perubahan terhadap batas pembelian BBM bersubsidi tersebut.

“Kan demi bus, truk, itu kan 200 liter per hari kan? Tapi bila yang demi kendaraan-kendaraan yang biasa, itu 50 liter, masih bagaikan itu aja,” jelas Bahlil.

Bahlil menegaskan, rencana pembatasan bukan ditujukan demi mengurangi akses masyarakat sekitar terhadap BBM bersubsidi, melainkan mengonfirmasi subsidi energi diterima kelompok yang memang membutuhkan.

“Yang telah kaya-kaya, yang telah mampu itu jangan mengambil hak rakyat lah, kira-kira begitu. Subsidi itu ya demi saudara-saudara kita yang berhak menyambut baiknya,” pungkasnya.

Berdasarkan Buku II Nota Keuangan RAPBN 2027, seuntukan besar anggaran subsidi energi akan dialokasikan demi Subsidi Jenis BBM Tertentu dan LPG Tabung 3 kilogram serta subsidi listrik.

Anggaran demi subsidi BBM Jenis Tertentu dan LPG 3 kg direncanakan mencapai Rp142,83 triliun pada 2027.

Nilai tersebut meningkat 22,2 persen dibandingkan outlook 2026 yang sebesar Rp116,84 triliun. Artinya, pihak pemerintah menyiapkan tambahan anggaran sekitar Rp25,99 triliun demi menanggung subsidi BBM dan LPG 3 kg.

Lonjakan ini menjadi salah satu penyumbang utama membengkaknya total subsidi energi tahun depan.

Tekanan terhadap APBN juga datang dari subsidi listrik. Pemerintah mengusulkan anggaran subsidi listrik sebesar Rp130,10 triliun pada RAPBN 2027.

Angka tersebut naik 17,8 persen dibandingkan outlook 2026 sebesar Rp110,41 triliun. Dengan demikian, tambahan anggaran subsidi listrik mencapai sekitar Rp19,69 triliun.

Jika digabungkan, subsidi BBM, LPG 3 kg, dan listrik menyerap anggaran hingga Rp272,93 triliun, yang praktis sejalan bersama total subsidi energi sebesar Rp272,94 triliun.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *