MediaMerdeka.com – Pemerintah Iran mengonfirmasi bakal membalas serangan Amerika Serikat yang memborbardir kawasan pemukiman masyarakat sekitar saat acara pernikahan di Kabupaten Sirik. Agresi melintasi batas wilayah tersebut menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai puluhan masyarakat sekitar sipil lainnya.
Eskalasi perang terbuka ini menandai babak baru kehancuran fasilitas sipil akibat target operasi militer luar negeri. Serangan tidak cuma menghancurkan lokasi pesta masyarakat sekitar, namun juga menyasar infrastruktur transportasi udara di Provinsi Kerman.
Gelombang gempuran senjata berdaya ledak tinggi ini memperlihatkan ketidak berhasilan dunia internasional dalam menekan potensi kejahatan perang. Dampak ledakan meluas hingga radius pemukiman padat penduduk di berbagai kota pesisir.
Juru bicara Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei pada Rabu menyebutkan bahwa Teheran akan merespons bersama tegas serangan terhadap sebuah rumah tinggal di Kabupaten Sirik yang menurut Iran menjadi tempat upacara pernikahan.
Dalam sebuah unggahan di X, Baqaei menyebutkan makin dari 50 pria, wanita, dan kalangan anak tewas atau terluka, seraya menyebut serangan itu sebagai untukan dari gelombang serangan yang makin luas di Minab, Lamerd, Qeshm, dan daerah lainnya.
Pernyataan diplomatik tersebut menegaskan posisi Iran yang memandang aksi militer Amerika Serikat telah melampaui batas kemanusiaan.
“Daftar kekejaman Amerika Serikat terhadap bangsa Iran kini telah lengkap,” katanya.
Teheran juga menyoroti sikap abai sejumlah negara atas jatuhnya ribuan pihak korban dari pihak sipil. Baqaei mengutuk pihak pemerintah dan lembaga internasional yang tetap diam atau berupaya membenarkan serangan tersebut.
“kebungkaman mereka bukanlah netralitas,” katanya.
Pasifnya lembaga global berisiko memicu ketegangan yang makin luas di wilayah Timur Tengah. Dia memperingatkan bahwa mereka yang tetap diam tidak akan kebal terhadap konsekuensinya di masa depan.
Di sisi lain, militer Amerika Serikat mengonfirmasi peluncuran operasi bersenjata yang membidik sasaran vital strategis. Sementara itu, Komando Pusat militer AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan serangan terhadap target IRGC di Iran.
Dampak gempuran bersenjata tersebut memicu suara dentuman keras yang merusak bangunan di kawasan pesisir. Setelah pengumuman tersebut, media Iran menginformasikan bahwa ledakan terdengar di Pulau Qeshm dan di Bandar Abbas, Sirik, Chabahar, dan Konarak.
Jangkauan operasi militer Amerika Serikat meluas hingga menghantam infrastruktur penerbangan sipil di pedalaman. Televisi pihak pemerintah Iran menginformasikan bahwa Bandara Jiroft di Provinsi Kerman juga menjadi sasaran.
Laporan awal aparatur negara lokal mengonfirmasi bahwa pihak korban berjatuhan akibat ledakan di tengah kerumunan massa pesta. Wakil Gubernur Provinsi Hormozgan Ahmad Nafisi, semasih belumnya menyebutkan bahwa setidaknya empat orang tewas dan 50 orang terluka, menurut penilaian awal, setelah AS diduga menargetkan tempat upacara pernikahan tersebut.
Kawasan Provinsi Hormozgan dan wilayah pesisir selatan Iran mendadak mencekam usai rangkaian ledakan udara menghantam pemukiman masyarakat sekitar. Konflik bersenjata antara Washington dan Teheran meningkat tajam setelah unit militer CENTCOM memvalidasi pergerakan pasukannya di wilayah kedaulatan Iran.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

