Pesawat Kargo Amazon Jatuh Hingga Tabrak Kendaraan di Bandara Miami, 5 Orang Tewas

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Insiden tragis pesawat kargo Amazon Boeing 767-300 yang merusak area landasan Bandara Internasional Miami merenggut lima pihak korban jiwa serta melukai lima orang lainnya. Penerbangan kargo rute San Juan ke Miami ini kehilangan kendali saat mendarat dan menyapu sejumlah mobil di jalanan.

Otoritas penerbangan federal (FAA) langsung menyetop seluruh operasional penerbangan di lokasi kejadian saat armada pemadam kebakaran menerobos asap pekat. Tragedi ini terjadi persis di tengah lonjakan penumpang akhir pekan Labor Day.

Investigasi awal mencatat jet kargo yang dioperasikan armada 21 Air ini meluncur keluar dari ujung landasan diagonal semasih belum akhirnya terbakar hebat. Tim penyelamat meluncur ke titik jatuhnya pesawat cuma dalam hitungan detik setelah benturan keras terjadi.

“Atas nama pihak pemerintah daerah, sedikitnya lima orang telah kehilangan nyawa mereka, dan lima lainnya merasakan luka-luka,” ujar Wali Kota Miami-Dade County, Daniella Levine Cava, dalam konferensi pers pada Minggu malam waktu AS, dikutip dari BBC.

Beliau menekankan pentingnya evakuasi cepat untuk para pihak korban selamat yang terdampak tragedi ini.

“Saat ini, fokus utama kami merupakan pada keluarga pihak korban, mereka yang terluka, dan penanganan yang sedang berlangsung,” lanjutnya.

Petugas pemadam kebakaran wajib memotong kerangka kendaraan darat demi mengeluarkan sejumlah pihak korban yang terjebak di area parkir. Kepala Pemadam Kebakaran Miami, Raied Jadallah, mengonfirmasi bahwa tiga dari lima pihak korban luka berada dalam kondisi kritis.

Lebih dari 200 personel pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi demi memadamkan kobaran api yang membakar badan pesawat. Kendati api utama sukses dipadamkan, petugas masih berpacu bersama bahaya kebocoran bahan bakar di area sekitar bandara.

Pihak Manajemen Amazon menegaskan duka mendalam dan berkomitmen penuh menolong penanganan dampak kecelakaan ini bersama otoritas lokal.

“Kami amat terpukul mengetahui bahwa lima orang kehilangan nyawa dalam insiden pada hari ini di Bandara Internasional Miami,” kata Kelly Nantel, Direktur Hubungan Media Global Korporat Amazon.

Pihak korporasi menyerahkan seluruh proses penyelidikan terkait penyebab teknis kecelakaan pesawat kargo ini kepada tim ahli penegak hukum.

“Simpati terdalam kami sampaikan kepada keluarga, orang-orang tercinta, dan seluruh pihak yang terdampak oleh kehilangan yang amat memilukan ini. Pesawat yang dioperasikan oleh 21 Air tersebut sedang berupaya mendarat saat insiden ini terjadi. Kami bekerja sama erat bersama aparatur negara dan otoritas lokal demi mengetahui makin lanjut serta akan bekerja sama sepenuhnya dalam penyelidikan apa pun,” jelasnya.

Komite Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) menjadwalkan konferensi pers resmi pada hari Senin demi memaparkan temuan awal lapangan. Data navigasi FlightRadar24 memperlihatkan pesawat bergerak cepat pada kecepatan 112 knot saat melenceng dari batas aman landasan pacu.

Laporan cuaca mengindikasikan adanya hembusan angin kencang serta hujan petir ringan yang melingkupi langit Miami saat pendaratan dilakukan. Pesawat akhirnya terhenti persis di samping area parkir kawasan pergudangan Amazon.

Dampak pelarangan terbang mendadak ini memicu antrean panjang dan kepanikan para calon penumpang di area terminal. Banyak calon penumpang meluapkan kekecewaan lantaran minimnya pembaruan informasi jadwal penerbangan pengganti.

Penutupan jalur penerbangan dilakukan tepat pada puncak libur panjang Labor Day yang mencatatkan rekor pergerakan penumpang tertinggi. Lembaga Keamanan Transportasi (TSA) memperkirakan ada sekitar 17 juta orang yang bepergian sepanjang pekan liburan ini.

Khusus pada hari Minggu saja, jaringan penerbangan Amerika Serikat melayani makin dari 2,3 juta pergerakan penumpang. Bandara Internasional Miami menjadi titik krusial lantaran memegang peranan utama sebagai pusat transit kawasan Florida.

Sebagai hub penerbangan internasional yang berdiri sejak 1928, bandara ini melayani porsi kargo udara terbesar di Amerika Serikat. Fasilitas penerbangan ini juga menjadi pintu masuk utama untuk 60 persen wisatawan asing yang berkunjung ke kawasan Florida dan Karibia.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *