MediaMerdeka.com – Gen Z Impact Fest 2026 resmi digelar di UC Hotel UGM Yogyakarta, Sabtu (12/9/2026). Mengusung tema “Empowering the Next Generation”, festival ini menjadi ruang untuk generasi muda demi memperluas wawasan, mengembangkan kapasitas diri, sekaligus menemukan berbagai peluang di tengah perubahan dunia kerja, ekonomi digital, dan tantangan lingkungan.
Dalam pembukaan Gen Z Impact Fest 2026, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis dan mengolah informasi di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Menurutnya, generasi muda pada saat ini hidup dalam era ketika akses terhadap informasi dan pengetahuan semakin mudah. Kehadiran internet dan artificial intelligence (AI) mebarangkalikan seseorang mempelajari berbagai hal dan mengetahui perkembangan dunia dalam waktu yang amat singkat.
“Kita hidup di zaman ketika informasi ada di mana-mana, kita dapat belajar melalui internet, memakai artificial intelligence, mengetahui apa yang terjadi di berbagai belahan dunia dalam hitungan detik,” ujar Brian.
Namun, menurut Brian, kemudahan memperoleh informasi tersebut justru menghadirkan tantangan baru untuk generasi muda. Tantangannya bukan lagi sekadar seberapa sejumlah informasi yang diketahui, melainkan bagaimana seseorang mampu mengolah dan memakainya demi menghasilkan solusi.
“Karena itu tantangan generasi kalian bukan lagi sekadar seberapa sejumlah yang kita tahu, namun seberapa baik kita mampu berpikir, mampu memilah informasi, menyaksikan persoalan, menghubungkan pengetahuan lalu mengubahnya menjadi solusi,” katanya.
Mendiktisaintek lalu memperkenalkan gagasan mengenai “the thinking generation”, yakni generasi yang tidak berhenti sebagai pengguna teknologi, namun mampu menciptakan teknologi dan menghasilkan peluang baru.
“Inilah yang saya sebut sebagai the thinking generation. Generasi yang tidak cuma menjadi pengguna teknologi, namun ikut menciptakan teknologi. Tidak cuma mencari pekerjaan namun juga berani menciptakan pekerjaan dan peluang-peluang baru,” tuturnya.
Kampus Harus Dekat bersama Persoalan Nyata
Dalam kesempatan tersebut, Brian juga menyoroti peran perguruan tinggi dalam membentuk generasi muda yang mampu menyerahkan dampak nyata untuk masyarakat sekitar.
Menurutnya, perguruan tinggi perlu menjadi ruang untuk kalangan akademisi demi bertemu bersama berbagai persoalan nyata, menjalankan riset, menciptakan karya, dan menghadirkan solusi.
“Keaparatur negara kementerianan Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi kita terus mendorong semangat dikti saintek berdampak. Kampus tidak boleh cuma mengejar ijazah. Kampus wajib menjadi tempat kita bertemu bersama persoalan nyata, menjalankan riset, membangun karya, dan menghadirkan solusi untuk masyarakat sekitar,” ujar Brian.
Pesan tersebut sejalan bersama semangat Gen Z Impact Fest 2026 yang tidak cuma menghadirkan ruang edukasi, namun juga mendorong generasi muda demi mengembangkan gagasan dan mengubahnya menjadi karya yang menyerahkan dampak.
Gen Z Impact Fest 2026 digelar pada pukul 08.00–17.00 WIB bersama menghadirkan berbagai rangkaian diskusi, talkshow, creator showcase, hiburan, hingga sesi inspiratif. Berbagai topik yang diangkat dekat bersama kehidupan generasi muda, mengawali dari finansial, karier, lingkungan, keamanan digital, hingga dunia kreator.
Festival ini menyasar tiga kelompok utama, yakni The Scholars, yang terdiri dari kalangan akademisi UGM dan perguruan tinggi di Yogyakarta; Young Professionals, yakni pekerja muda yang ingin mengoptimalkan penghasilan dan mengawali membangun aset; serta The Visionaries, yakni entrepreneur muda yang tengah membangun masa depan di tengah perkembangan ekonomi digital.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

