1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Paparan timbal masih menjadi ancaman kesehatan yang dekat bersama kehidupan sehari-hari masyarakat sekitar Indonesia.

Berdasarkan Surveilans Kadar Timbal dalam Darah (SKTD) BRIN 2025, sekitar 15 persen atau satu dari tujuh anak memiliki kadar timbal dalam darah ≥ 5 mikrogram per desiliter (µg/dL).

Risiko tersebut bahkan makin tinggi pada anak yang tinggal di rumah bersama kondisi cat mengelupas. Berdasarkan survei yang sama, anak yang tinggal di rumah bersama cat mengelupas memiliki risiko 61 persen makin tinggi merasakan kadar timbal dalam darah ≥5 mikrogram per desiliter (µg/dL).

Kondisi itu menjadi salah satu perhatian pihak pemerintah dalam upaya mendorong terwujudnya Masyarakat Indonesia Bebas Timbal.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa persoalan timbal tidak cukup cuma ditangani melalui regulasi. Masyarakat juga perlu memahami bahaya timbal serta sumber paparannya agar dapat mengubah perilaku sehari-hari.

“Jangan cuma regulasi. Masyarakat wajib paham apa bahayanya, dari mana sumber paparannya, dan apa yang dapat dilakukan demi menguranginya. Kalau masyarakat sekitar tidak tahu, perubahan perilaku tidak akan terjadi. Karena itu edukasi wajib menjadi untukan dari gerakan kita,” ujar Menko PMK.

Hal tersebut disampaikan Pratikno dalam pertemuan internal Kemenko PMK yang membahas rancangan Peraturan Menko PMK terkait Rencana Aksi Nasional (RAN) Indonesia Bebas Timbal di Kantor Kemenko PMK.

Kemenko PMK tengah mendorong edukasi dan komunikasi publik mengenai timbal melalui kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut diarahkan demi mengubah perilaku masyarakat sekitar dalam mengenali, menghindari, dan mengurangi sumber paparan timbal di lingkungan sehari-hari.

Paparan timbal dapat terjadi di berbagai tempat, mengawali dari rumah, lingkungan permukiman, tempat kerja, hingga melalui berbagai produk yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Kajian WHO 2021, dampak paparan timbal perlu dilihat tidak cuma dari sisi kesehatan, namun juga dalam perspektif pembangunan manusia. Paparan timbal dapat memengaruhi perkembangan neurologis dan kognitif, kemampuan belajar, perilaku, serta tumbuh kembang anak.

Paparan selama kehamilan juga dapat berdampak terhadap ibu dan janin, antara lain gangguan pertumbuhan janin, berat lahir rendah, hipertensi atau preeklamsia, kelahiran prematur, dan keguguran spontan.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK Sukadiono menyebutkan persoalan paparan timbal tidak cuma menyangkut kondisi kesehatan masyarakat sekitar pada saat ini.

Menurutnya, dampak paparan timbal yang tidak dikelola dapat berlangsung dalam jangka panjang dan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia.

“Ketika kita berbicara tentang timbal, sebenarnya kita sedang berbicara tentang kualitas generasi yang akan datang. Dampaknya bukan cuma pada kesehatan pada hari ini, namun dapat berpengaruh terhadap kemampuan belajar, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang,” ujar Sukadiono.

Secara global, paparan timbal berkontribusi terhadap makin dari 1,5 juta kematian pada 2021, terutama akibat dampaknya terhadap penyakit kardiovaskular dan beban kesehatan jangka panjang.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *