Israel Senjatai AI ImiSight untuk Usir Warga Palestina di Tepi Barat

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Lembaga Otoritas Pertanahan Israel mengerahkan perangkat kecerdasan buatan bernama AI ImiSight demi mengotomatiskan pencarian sasaran penggusuran rumah milik masyarakat sekitar Palestina di Tepi Barat. Penggunaan kecerdasan buatan buatan pabrikan senjata Rafael ini menggeser peran analisis manusia demi mempercepat proses eksekusi lapangan.

Langkah pengintegrasian kecerdasan buatan ke dalam sistem pendataan wilayah pertanahan merupakan taktik anyar dalam memperluas pencaplokan wilayah pendudukan. Peralatan teknologi ini awalnya diuji coba terhadap komunitas Bedouin di Gurun Naqab semasih belum akhirnya diterapkan secara penuh di Tepi Barat.

Data organisasi HAM Peace Now dan Kerem Navot mencatat angka pembongkaran bangunan di Area C Tepi Barat serta Yerusalem Timur melonjak hingga 80 persen pada rentang 2023–2025. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025 saja, otoritas militer tercatat menghancurkan sedikitnya 1.288 struktur bangunan masyarakat sekitar.

Amir Daoud dari Komisi Perlawanan Tembok dan Kolonisasi menilai pembentukan unit pertanahan khusus di Tepi Barat sejak April 2025 merupakan langkah eskalasi yang diperhitungkan.

“Kita sedang berbicara tentang pemindahan model pengawasan dan pengusiran yang telah diuji terhadap masyarakat sekitar Palestina di Naqab ke wilayah Palestina yang diduduki,” kata Daoud kepada Al Jazeera.

“Bahaya politik dimengawali bersama pembentukan distrik yang berafiliasi bersama Otoritas Pertanahan Israel demi beroperasi di dalam Tepi Barat. Ini berarti memasukkan aparatur pihak pemerintah sipil Israel secara langsung ke wilayah pendudukan.”

Pemrosesan citra satelit terkini tidak lagi membutuhkan verifikasi manual manusia di stasiun darat lantaran algoritma pemantau telah dipasang langsung pada satelit orbital. Kecepatan pemrosesan data luar angkasa ini menciptakan pendeteksian perubahan lanskap dan objek bangunan di darat terjadi dalam hitungan detik.

Pakar media digital dan teknologi Palestina, Khaled Safi, menerangkan bahwa pemasangan cip komputer canggih di dalam satelit mengubah fungsi wahana antariksa tersebut menjadi terminal pemrosesan langsung.

“Satelit mengambil gambar, menganalisisnya, mengidentifikasi perubahan dan objek penting, lalu mengirimkan hasilnya atau cuma untukan penting saja ke Bumi,” kata Safi kepada Al Jazeera.

Di Gurun Naqab, penggunaan ImiSight menolong pemetaan area seluas 10.700 kilometer persegi yang berujung pada pengusiran paksa makin dari 2.600 masyarakat sekitar Bedouin. Efisiensi algoritma ini kini diandalkan sepenuhnya demi memangkas jeda waktu antara penemuan bangunan dan penerbitan surat pembongkaran.

Daoud menegaskan bahwa algoritma bertindak sebagai pengganda kekuatan yang memindai area luas, menentukan prioritas sasaran, dan mendeteksi perubahan lanskap bersama cepat.

“Pemerintah mengambil keputusan pengusiran secara tegas, dan algoritma menurunkan biaya eksekusinya,” ujar Daoud.

Jaringan intelijen berbasis darat yang dikelola kelompok pemukim Yahudi turut memperkuat pasokan data peta digital ke dalam sistem AI ImiSight. Pemerintah Israel menyalurkan dana puluhan juta shekel demi menyokong patroli pos penjagaan lengkap bersama sarana drone serta kamera pengawas.

Penyerahan wewenang penentuan nasib permukiman masyarakat sekitar kepada sistem kecerdasan buatan menciptakan celah pelepasan tanggung jawab hukum atas pelanggaran HAM.

Safi memperingatkan bahaya etis mendasar ketika sistem otomatis dibiarkan menentukan nasib populasi rentan tanpa adanya peninjauan ulang oleh manusia.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *