Bulog Belum Dapat 100% Kuota, Minyakita Masih Rp20 Ribu

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Harga Minyakita masih jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) meski pihak pemerintah terus mengklaim menjalankan pengawasan. Di sisi lain, keinginan Bulog demi menguasai 100% kuota impor minyak goreng masih belum juga diputuskan.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebutkan pihak pemerintah masih mempertahankan skema distribusi yang melibatkan distributor existing, termasuk tersangka UMKM dan swasta. Dengan demikian, porsi distribusi Bulog masih berada di angka 35%.

“Ya kita masih gini (jatah distribusi 35 persen). Karena seuntukan juga distributor kan ada UMKM-nya, ada swastanya,” kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026).

Menurut Budi, pihak pemerintah tidak ingin mengubah pola distribusi secara langsung dan masih memproses permintaan Bulog demi memperoleh seluruh kuota impor.

Masalahnya, harga Minyakita di lapangan masih mencapai sekitar Rp20.000 per liter. Angka tersebut sekitar Rp4.300 makin mahal dari HET yang ditetapkan pihak pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

Budi menyebutkan pengawasan terus dilakukan. Pemerintah juga mengandalkan distribusi melalui BUMN pangan bagaikan Bulog demi menekan harga.

Pedagang atau toko yang menjadi mitra Bulog dan terbukti menjual Minyakita di atas HET dapat dicabut izin distribusinya. Namun, harga di lapangan yang masih jauh di atas HET memperlihatkan tekanan harga masih belum sepenuhnya teratasi.

“Kalau tokonya, toko yang bermitra bersama BUMN, bersama Bulog misalnya, itu ketahuan menjual makin dari harga HET, maka izinnya dicabut,” ujar Budi.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *