Asing Mulai Serbu RI, Arus Modal Tembus Rp 141,6 T di Q3 2026

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Suahasil Nazara membeberkan arus modal asing masuk ke Indonesia atau inflow terus mengalir deras meskipun adanya ketidaktentuan global lantaran perang Iran vs Amerika Serikat di Timur Tengah.

Menkeu Suahasil Nazara menyebutkan, total akumulasi arus modal asing yang masuk ke Indonesia sepanjang tahun 2026 hingga 11 September mencapai Rp 141,6 triliun.

“Sampai bersama 11 September telah terjadi akumulasi inflow sebesar Rp 141,6 triliun. Artinya modal masuk ke Indonesia,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa edisi September 2026 di Kantor Keaparatur negara kementerianan Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Bendahara Negara membeberkan, arus modal ini masuk lewat sejumlah instrumen investasi di pasar keuangan Indonesia. Salah satunya melalui Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 40,8 triliun.

Dalam paparannya, masuknya arus modal asing ke SBN memperlihatkan tren peningkatan. Namun saat triwulan I 2026, arus modal pada instrumen tersebut masih merasakan negatif.

Tapi kondisi mengawali berbalik pada triwulan II dan terus memperlihatkan peningkatan hingga triwulan III 2026.

“Di triwulan I SBN itu negatif. Di triwulan II telah mengawali positif. Di triwulan III, triwulan III-nya masih belum berakhir ya, ini tanggal 11 September telah mengawali kelihatan naik,” imbuhnya.

Selain SBN, arus modal juga masuk melalui Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Hingga 11 September 2026, arus modal masuk ke instrumen tersebut tercatat sebesar Rp 171,6 triliun.

Sementara itu kondisi berbeda terjadi pada pasar saham Indonesia. Suahasil menyebut arus modal pada saham domestik masih mencatat keluar atau outflow sebesar Rp 70,7 triliun secara akumulatif.

“Nah, ke saham, saham bagaimana? Saham itu masih outflow Rp 70,7 triliun dari saham-saham Indonesia,” kata dia.

Kendati begitu Suahasil menyebut terdapat perkembangan positif pada triwulan III 2026. Arus modal ke pasar saham mengawali mencatat inflow sebesar Rp 2,9 triliun. Kondisi tersebut dinilainya masih perlu dipantau, terutama terkait hubungan pasar keuangan Indonesia bersama kondisi pasar keuangan global.

Pasalnya, pergerakan imbal hasil (yield) SBN Indonesia turut dipengaruhi oleh pergerakan yield di pasar global. Perubahan kebijakan suku bunga bank sentral global juga dapat menyerahkan dampak terhadap pasar keuangan domestik.

“Yang dilakukan dalam pengelolaan ekonomi makro kita merupakan meminimalkan dampak negatifnya. Ini yang wajib kita perhatikan terus,” jelas Suahasil.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *