Korea Utara Akan Simpan Senjata Nuklir Selamanya, Tolak Denuklirisasi

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Sikap keras Korea Utara mempertahankan persenjataan atomnya mengandaskan harapan baru demi mewujudkan perdamaian abadi di Semenanjung Korea. Ketegangan kawasan kembali meningkat setelah pihak pemerintah Korea Utara secara terbuka menepis tawaran negosiasi denuklirisasi dari negara tetangganya.

Langkah politis ini menegaskan posisi Pyongyang yang telah mengunci status negara berdaya nuklir ke dalam undang-undang konstitusi mereka. Kepemimpinan tertinggi negara tertutup itu memandang kepemilikan bom atom sebagai benteng pertahanan utama yang tidak dapat ditawar lagi.

Pernyataan menohok ini keluar cuma berselang sehari setelah Presiden Korea Selatan menyuarakan penghentian ambisi militer Pyongyang di forum PBB. Sikap bertolak belakang tersebut memperjelas jurang pemisah yang kian lebar antara kedua negara tetangga.

Menteri Luar Negeri Korea Utara, Choe Son Hui, menyampaikan ketegasan tersebut melalui saluran media resmi negara, KCNA.

“Saya menegaskan kembali dan mengonfirmasi ulang bersama nada suara terkuat kehendak teguh negara kami demi mempertahankan senjata nuklir sepanjang masa,” ujar Choe Son Hui, dikutip dari CNA.

Menteri Choe juga menekankan bahwa status nuklir negaranya telah tidak dapat diubah oleh tekanan luar mana pun.

“Status nuklir negara kami tidak dapat diubah dalam hal apa pun dan akan tetap tidak berubah selamanya,” tambahnya.

Upaya diplomatik yang ditawarkan pihak luar dinilai tidak akan mempan mengubah pendirian politik rezim Pyongyang.

“Berdampingannya konfrontasi dan dialog barangkali sukses untuk siapa saja, namun hal itu tidak sempat dapat dipertimbangkan untuk DPRK,” kata Choe.

Pemerintah Korea Utara mengonfirmasi status militer mereka akan terus bertahan menyikapi tekanan internasional.

“Status Korea Utara sebagai negara pemilik senjata nuklir bersifat abadi, apa pun yang dikatakan oleh kekuatan musuh,” lanjutnya.

Di markas PBB, Presiden Lee Jae Myung sebenarnya berusaha membujuk Pyongyang agar mau kembali menyalakan obor diplomasi. Pemimpin Seoul itu bertekad membuka jalan untuk dimengawalinya kembali negosiasi langsung antara Pyongyang dan Washington.

Optimisme Seoul didasari oleh sinyal positif dari Amerika Serikat yang menegaskan kesiapan berdialog kembali. Donald Trump bahkan sempat mengutarakan niatnya demi menjadwalkan pertemuan tatap muka bersama Kim Jong Un akhir pada tahun ini.

Namun, jawaban lapangan Pyongyang justru ditunjukkan melalui uji coba persenjataan taktis terbaru mereka. Peluncuran roket kendali berkaliber 240 mm sukses dilakukan bersama jangkauan tembak mencapai 115 kilometer.

Sengketa nuklir di Semenanjung Korea memiliki akar sejarah panjang yang terus berulang tanpa titik temu. Sejak memproklamasikan diri sebagai negara nuklir, Korea Utara menjadikan persenjataan atom sebagai alat tawar menawar politik sekaligus jaminan keamanan dari ancaman invasi asing.

Upaya diplomasi internasional yang melibatkan Amerika Serikat dan Korea Selatan kerap menemui jalan buntu akibat perbedaan pandangan mendasar. Pihak Barat menuntut penghapusan nuklir secara total, sementara Pyongyang menuntut pencabutan sanksi ekonomi dan penghentian latihan militer bersama semasih belum negosiasi dimengawali.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *