Diplomat Indonesia Walk Out saat Benjamin Netanyahu Pidato di Majelis Umum PBB

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Aksi tegas ditunjukkan delegasi Indonesia yang memilih langsung mengosongkan kursi diplomasi tepat saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melangkah ke mimbar Sidang Ke-81 Majelis Umum PBB di New York. Langkah spontan ini menyimbolkan penolakan keras terhadap kehadiran pemimpin rezim zionis di panggung diplomasi global.

Sikap membelakangi podium utama tersebut tidak cuma dilakukan diplomat Indonesia, melainkan memicu gelombang demonstrasi serupa dari puluhan utusan negara lain. Fenomena pengosongan ruang sidang secara massal ini mengikis legitimasi pidato nasional yang hendak disampaikan pimpinan Israel tersebut.

Langkah serentak utusan Republik Indonesia ini menghadirkan retakan baru dalam dinamika diplomasi PBB di tengah sorotan konflik Timur Tengah. Arus kepindahan para diplomat menuju pintu keluar bahkan menciptakan kepadatan antrean yang cukup panjang di lorong utama.

Situasi di dalam ruang utama Majelis Umum PBB seketika berubah riuh dan tidak terkendali seiring derap langkah para utusan negara yang berbondong-bondong keluar. Pimpinan sidang bahkan terpaksa mengetukkan palu berulang kali demi mengembalikan ketertiban suasana forum.

Berdasarkan rekaman resmi dari Perutusan Tetap RI di New York, jajaran diplomat Indonesia tampak bergerak cepat meninggalkan area duduk mereka sesaat semasih belum pidato dimengawali.

Merespons gelombang aksi pengosongan ruangan oleh para utusan negara tersebut, Netanyahu justru melontarkan sindiran terbuka dari atas podium.

“Semasih belum saya mengawali, apabila ada pengecut moral yang masih masih belum keluar dari aula ini, tolong lakukan kini,” kata Netanyahu meledek para peserta sidang, sebagaimana disiarkan UN Web TV.

Kunjungan kepala pihak pemerintahan Israel ke markas besar PBB di Amerika Serikat kali ini terbilang amat singkat dan terbatas. Menurut laporan Jerusalem Post yang dikutip Sputnik, Netanyahu tercatat cuma menghabiskan waktu total selama enam jam di wilayah Amerika Serikat.

Dalam durasi lawatan yang amat singkat itu, tidak ada agenda pertemuan bilateral yang dijadwalkan bersama aparatur negara tinggi negara tuan rumah. Dia juga tidak akan bertemu Presiden AS Donald Trump ataupun Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Aksi angkat kaki massal para diplomat dunia ini menjadi puncak kemarahan global terhadap rentetan kebijakan militer Israel yang dinilai melampaui batas.

Kehadiran Netanyahu pada Majelis Umum PBB tahun 2026 ini berlangsung di tengah gelombang kecaman internasional yang semakin masif. Dunia internasional terus menyoroti dugaan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan rezim Israel di wilayah Jalur Gaza dan Tepi Barat Palestina.

Ketegangan makin memuncak akibat pelanggaran kesepakatan gencatan senjata di Lebanon yang memicu kembali eskalasi konflik bersenjata di kawasan regional. Kondisi ini memperburuk citra diplomasi Israel di mata masyarakat sekitar internasional.

Tekanan terhadap pemimpin Israel tersebut makin meluas mengingat status hukum resminya di tingkat global. Termakin lagi, surat perintah penangkapan Netanyahu yang diterbitkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada 2024 masih berlaku.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *