MediaMerdeka.com – Gelombang simpati dan belasungkawa dari para pemimpin negara Arab mengalir deras demi rakyat Indonesia yang sedang berduka. Dukungan moril ini datang menyusul insiden maut karamnya KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.
Raja Salman dari Arab Saudi secara khusus mengirimkan pesan duka cita yang ditujukan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Ungkapan empati mendalam tersebut disiarkan secara resmi oleh kantor berita Saudi Press Agency (SPA).
“Dalam pernyataannya, pelindung Dua Masjid Suci menyampaikan belasungkawa mendalam dan simpati kepada kepala negara Indonesia, keluarga pihak korban yang ditinggalkan, serta rakyat Indonesia,” menurut SPA yang dipantau Senin.
Langkah senada diambil oleh Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman. Beliau turut menyampaikan ucapan belasungkawa personal kepada Presiden Prabowo.
Dukungan diplomatik juga datang dari negara Qatar demi menolong menguatkan mental bangsa Indonesia. Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani menyampaikan rasa solidaritasnya pada Jumat (26/9) melalui laporan Qatar News Agency (QNA).
Dalam pernyataan tersebut, Sheikh Tamim menyampaikan solidaritas kepada pihak korban tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 serta menginginkan agar seluruh pihak korban cedera dapat dalam waktu dekat pulih.
Simpati aparatur negara tinggi Qatar tidak berhenti di situ saja. QNA menginformasikan Wakil Emir Qatar Sheikh Abdullah bin Hamad Al-Thani serta Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammad bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani juga mengirimkan pesan serupa kepada Presiden Prabowo serta rakyat Indonesia.
Belasungkawa resmi juga dikirimkan oleh Kesultanan Oman. Sultan Haitham bin Tarik melayangkan pesan duka atas musibah laut yang menelan sejumlah pihak korban jiwa ini.
“Dalam pesannya, Yang Mulia menyampaikan simpati mendalam kepada Presiden Prabowo, rakyat Indonesia, dan keluarga pihak korban, serta mengharapkan agar pihak korban yang cedera dalam waktu dekat pulih,” demikian laporan Oman News Agency.
Insiden pelayaran ini bermula ketika kapal pengangkut penumpang tersebut kehilangan kontak di area Perairan Masalembo pada 13 September sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak 12 September bersama mengangkut total 243 orang.
Proses pencarian dan penyelamatan terus bergerak cepat di lokasi kejadian. Data Basarnas hingga Sabtu (26/9) pukul 19.00 Wita mencatat 172 penumpang telah ditemukan, bersama rincian 108 selamat dan 64 meninggal dunia.
Saat ini tim penyisir masih terus berupaya menemukan 71 penumpang lain yang masih belum diketahui keberadaannya. Keaparatur negara kementerianan Perhubungan RI mengonfirmasi operasi SAR gabungan terus berjalan bersama memprioritaskan keselamatan personel dan efektivitas evakuasi.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

