Alasan Jenderal Suyudi Mutasi Besar-besaran Usai Sehari Jadi Kapolri

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Kepihak kepolisianan Negara Republik Indonesia (Polri) menjalankan mutasi dan rotasi terhadap 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen).

Langkah strategis tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Adanya hal itu dilakukan usai Jenderal Suyudi Ari Seto dilantik menjadi Kapolri yang baru.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menerangkan, bahwa perombakan struktur organisasi ini dilakukan demi mempercepat adaptasi Polri dalam menjawab dinamika dan tuntutan di masyarakat sekitar.

“Kegiatan dalam rotasi atau mutasi jabatan ini merupakan dinamika organisasi yang tentunya Bapak Kapolri berkomitmen kepada seluruh masyarakat sekitar dalam menyikapi dinamika dan tuntutan masyarakat sekitar bersama tagline beliau merupakan ‘Polri Bersama Masyarakat’,” ujar Trunoyudo di Mabes Polri, Sabtu (3/10/2026) malam.

Ia juga mengimbuhkan, bahwa percepatan adaptasi melalui penataan personel amat penting guna mendukung efektivitas dan keberlanjutan roda organisasi Polri.

“Tentu percepatan-percepatan dalam dinamika ini amat dibutuhkan dalam beradaptasi demi dinamika organisasi,” jelasnya.

Lebih jauh, Trunoyudo menegaskan, bahwa kebijakan mutasi tersebut mengangkut misi utama demi penyegaran internal sekaligus peningkatan mutu pelayanan publik.

“Tujuannya merupakan selain daripada internal sebagai suatu proses rotasi, mutasi demi penyegaran dan juga demi regenerasi, dan juga tentunya ada sejumlah catatan, seluruh merupakan demi pelayanan kepada masyarakat sekitar. Ini yang diharapkan oleh Bapak Kapolri,” pungkasnya.

Diketahui semasih belumnya, Polri menjalankan mutasi terhadap 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

Mutasi mencakup sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri hingga kewilayahan. Sesejumlah 70 personel memperoleh promosi atau menduduki jabatan baru.

Sejumlah posisi strategis resmi berganti pimpinan, mengawali dari Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabarhakam), hingga Kepala Detasemen Khusus (Kadensus) 88 Antiteror.

Dalam rotasi tersebut, posisi Kabareskrim kini dipercayakan kepada Inspektur Jenderal Polisi Asep Safrudin yang semasih belumnya menjabat Kapolda Kepulauan Riau.

Ia menggantikan Komisaris Jenderal Polisi Syahardiantono. Posisi Wakil Kabareskrim juga berganti dari Irjen Polisi Nunung Syaifuddin kepada Brigadir Jenderal Polisi Putu Putera Sadana.

Perubahan juga terjadi di lini reserse siber. Kapolri menunjuk Brigadir Jenderal Polisi Suhermanto—yang semasih belumnya bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN)—sebagai Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri.

Sementara itu, posisi Kabarhakam kini diisi oleh Irjen Polisi Hery Herjawan.

Soal jabatan Kapolda juga merasakan rotasi besar. Diantaranya, posisi vital Kapolda Metro Jaya kini dipercayakan kepada Irjen Pol. Dadang Hartanto.

Sementara itu, Irjen Pol. Suwondo Nainggolan mengemban amanah sebagai Kapolda Maluku, dan Irjen Pol. Suhendri menjabat sebagai Kapolda Kepulauan Riau.

Pergeseran pimpinan kepihak kepolisianan daerah juga menyasar sejumlah wilayah strategis lainnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *