Tim Dokter Ungkap Misteri Kematian Sutrimo dengan Mulut Berbusa, Ini Penyebabnya

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Misteri kematian Sutrimo terungkap, usai petugas membacakan hasil ekshumasi. Kematian Sutrimo menjadi perhatian publik lantaran mulutnya mengeluarkan busa.

Ketua Tim Ekshumasi, Ahmad Yudianto menyebutkan, busa tersebut diyakini akibat dampak dari penyakit edema paru akut yang dialami pihak korban semasih belum meninggal.

“Sedangkan busa yang keluar dari pihak korban, ini diakibatkan lantaran menyebutkannya edema paru akut,” kata Yudianto, dibPolda Metro Jaya, Rabu (30/9/2026).

Yudianto menuturkan, kondisi edema paru akut merupakan kondisi yang secara mendadak menciptakan penderita dapat merasakan sesak napas berat yang mebarangkalikan keluar mulut dari busa.

“Itu dapat didikarenakankan adanya cairan pada paru-paru serta lendir dan mengakibatkan lantaran sulit saluran nafas itu tidak lancar. Sehingga bagaikan dikocok, berakibat keluar busa warna putih, sebenarnya ini termasuk dalam salah satu penyebab keluarnya busa putih tersebut,” jelasnya.

Yudianto menyebutkan, berdasarkan hasil ekshumasi ditemukan adanya kondisi penyempitan pembuluh darah berpotensi menciptakan serangan jantung iskemik.

Penyakit jantung iskemik merupakan kondisi aliran darah dan pasokan oksigen ke otot jantung berkurang akibat penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah arteri koroner.

“Meninggalnya tuan almarhum Sutrimo lantaran penyakit jantung iskemik,” katanya.

Sementara, Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP I Dewa P.G. Anom Danujaya menyebutkan, berdasarkan analisa barang bukti berupa CCTV, tidak ditemukan tindak pidana dari kematian Sutrimo.

“Berdasarkan fakta yang ditemukan dan dianalisa masih belum ditemukan adanya bukti terjadinya tindak pidana dalam meninggalnya jenazah Sutrimo,” kata Anom.

Penyidikan ini, lanjut Anom, didasari dua pelimpahan laporan pihak kepolisian (LP) dari Bareskrim Polri dan Polres Banyumas sebagai dasar hukum.

“Kami memahami kebenaran peristiwa amat penting untuk keluarga pihak korban dan masyarakat sekitar, dan penyidik telah bekerja profesional dan transparan yang kita kerjakan telah sesuai bersama fakta,” ujar dia.

“Tidak ditemukan tanda kekerasan, dan zat zat yang menyebabkan pihak korban meninggal dunia,” imbuh Anom.

Kematian Sutrimo menjadi perhatian publik, lantaran ia disebut-sebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) dari Tersangka Mantan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah yang tinggal di Klinik Mordent, Kebayoran Baru.

Meninggalnya Sutrimo pun dianggap tidak wajar, lantaran saat ditemukan, mulutnya dalam kondisi berbusa.

Namun, hingga pada saat ini pekerjaan Sutrimo, pihak kepolisian masih mendalami. Sehingga masih belum ada keterangan resmi terkait pekerjaan yang membenarkan pria asal Banyumas itu merupakan Karumga Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *