Bukan Habis Stok, Menkes Tegaskan Obat Influenza A Ada, Tapi Pemberian Tak Boleh Sembarang

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi stok Oseltamivir, obat demi influenza tipe A tersedia di berbagai rumah sakit.

Hanya saja obat tersebut tidak dapat diberikan secara sembarang.

“Obat flu, flu itu sebenarnya bila tanya dokter-dokter ya, itu wajibnya dijaga agar imun sistem kita ngatasin itu sendiri. Obat yang ada, Oseltamivir, kita ada di rumah sakit-rumah sakit,” kata Budi di kompleks Istana Kekepala negaraan Jakarta, Senin (28/9/2026).

Budi membeberkan alasan mengapa penggunaan Oseltamivir tidak dapat diberikan sembarang.

“Cuma obat ini ahli juga nyampein, nggak dapat terlalu sembarangan diberikan lantaran dia dapat ngakibatin resistensi. Nanti bila ada flu yang parah bagaikan H5N1 zaman dulu, itu obatnya jadi resisten malah meninggal orangnya,” kata Budi.

Menurut Budi, pemberian Oseltamivir cuma diperdemikan untuk penderita yang merasakan sakit berat.

“Jadi pemberiannya wajib bener-bener cuma diberikan orang-orang yang sakitnya berat atau komorbiditasnya tinggi. Gitu ya. Jadi, obatnya ada, cuma memang itu cuma diberikan di kasus-kasus yang komorbiditasnya tinggi atau parah. Gitu. Nggak seluruh orang dikasih obat, nanti dapat resisten malah bahaya,” kata Menkes Budi.

Diketahui, Keaparatur negara kementerianan Kesehatan mencatat bahwa di minggu ke-38 2026, positivity rate influenza sebesar 56 persen, namun kondisi tersebut masih berada dalam rentang medium, yang masih belum memperlihatkan situasi yang mengkhawatirkan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, peningkatan kasus influenza perlu direspons bersama penguatan surveilans dan kesiapsiagaan, bukan bersama kepanikan.

Dia menerangkan, pada surveilans di puskesmas, aktivitas influenza telah berada pada kategori sedang (medium), sementara pada surveilans rumah sakit masih berada pada kategori rendah (low).

“Memang ada kenaikan kasus influenza, khususnya di Indonesia dan Asia Tenggara. Tetapi berdasarkan data surveilans yang kita miliki, kondisinya masih dalam rentang medium. Karena itu, yang kita lakukan merupakan meningkatkan surveilans dan kesiapsiagaan agar perkembangan kasus dapat terus dipantau,” ujar Budi.

Menurut data Kemenkes, peningkatan aktivitas influenza pada periode Agustus–September juga masih sesuai bersama pola musiman yang selama ini terlihat di Indonesia.

Pada minggu ke-38 tahun 2026, dari 265 spesimen yang diperiksa melalui surveilans sentinel, sesejumlah 148 spesimen positif influenza. Virus yang dominan merupakan Influenza A (H1N1pdm09).

Kemenkes juga memantau perkembangan Influenza A (H3N2) subclade K yang belakangan sejumlah diperbincangkan di masyarakat sekitar bersama sebutan “superflu”.

Istilah “superflu” tersebut bukan merupakan nomenklatur resmi yang digunakan oleh WHO maupun CDC demi menyebut subclade K.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *