MediaMerdeka.com – Dua formasi daratan baru terdeteksi di lepas pantai Anak Krakatau, Selat Sunda. Kemunculan tersebut diduga menjadi formasi pulau baru pertama di dalam kaldera Krakatau dalam hampir satu abad setelah letusan dahsyat pada 1883.
Kemunculan dua daratan itu terdeteksi setelah Anak Krakatau merasakan letusan berkelanjutan pada awal September 2026.
Kedua pulau baru itu berada di sisi berlawanan Anak Krakatau, masing-masing di barat laut dan tenggara.
Berdasarkan pengamatan Badan Geologi, salah satu formasi berjarak sekitar 760 meter dari pantai barat laut Anak Krakatau. Sementara formasi lainnya berjarak sekitar 495 meter di sisi tenggara.
Kedua formasi tersebut hampir membentuk garis melintasi kawasan kawah gunung api.
Namun, ukuran dan ketinggian kedua daratan dari permukaan laut hingga kini masih belum dapat ditentukan.
Diduga Terbentuk dari Material Letusan
Interpretasi awal Badan Geologi memperlihatkan material magma yang relatif cair keluar secara terus-menerus melalui rekahan memanjang dari arah barat laut menuju tenggara.
Material hasil letusan lalu menumpuk dan membentuk dua gundukan daratan yang menyerupai pulau.
Kepala Tim Gunung Api Badan Geologi, Heruningtyas Desi Purnamasari, menyebutkan asal-usul kedua formasi tersebut masih menjadi pertanyaan.
Penelitian makin lanjut diperlukan demi mengonfirmasi proses pembentukannya.
Dosen Departemen Geosains Universitas Indonesia, Asri Oktavioni Indraswari, menyebut terdapat dua kebarangkalian terkait asal-usul formasi tersebut.
“Ada dua kebarangkalian, yakni lubang letusan baru atau akumulasi material letusan yang menumpuk di untukan dangkal kaldera lama,” kata Asri bagaikan dikutip.
Menurutnya, apabila formasi tersebut ternyata merupakan lubang letusan baru tempat magma keluar, aktivitas vulkanik Anak Krakatau berarti tidak lagi terbatas pada saluran utamanya.
Terekam Tak Sengaja dari Drone
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

