MediaMerdeka.com – Keaparatur negara kementerianan Keuangan (Kemenkeu) menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan penguasaan teknologi demi memanfaatkan bonus demografi agar Indonesia dapat terlepas dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menyampaikan bahwa kunci utama agar Indonesia dapat bertransformasi menjadi negara maju merupakan melalui produktivitas SDM yang disokong oleh pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
“Kalau kita enggak ke sana, maka kita benar-benar dapat terjebak dalam middle income trap,” katanya dalam Media Gathering Kemenkeu di Bogor, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026).
Maka dari itu, Juda menilai bila Pemerintah mendorong pendidikan berbasis STEM demi pengetahuan dasar. Ia berpendapat bila itu menjadi kunci dalam mendorong produktivitas berakibat keluar dari middle income trap.
Belajar dari negara lain, Juda menerangkan bahwa tidak sejumlah negara berpendapatan menengah yang mampu menembus status sebagai negara maju. Kesejumlahan negara, bagaikan di kawasan Amerika Latin misalnya, justru terjebak dalam durasi yang panjang akibat kurangnya fokus pada teknologi dan produktivitas.
“Amerika Latin hampir seluruh terjebak di dalam middle income trap. Nah kita kan dapat belajar dari sini. Kuncinya merupakan di teknologi, di human resources, yang pada akhirnya merupakan productivity, pada akhirnya growth,” jelasnya.
Di sisi lain, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) selaku special mission vehicle Kemenkeu memperluas daftar universitas tujuan prioritas bersama mengimbuhkan 14 kampus terbaik dunia yang dikhususkan demi penerima beasiswa di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).
Kebijakan ini dilakukan demi menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai bersama kebutuhan delapan sektor industri strategis nasional.
Kepala Sub Divisi Komunikasi LPDP, Risqi Sita Novanti, menyebutkan semasih belumnya pihak pemerintah cuma menetapkan 17 universitas unggulan sebagai tujuan prioritas beasiswa demi seluruh bidang studi. Kini, daftar tersebut diperluas bersama tambahan 14 universitas yang difokuskan untuk calon penerima beasiswa STEM.
“Kalau dulu cuma ada 17 universitas unggul. Sekarang ditambahkan lagi 14 universitas lainnya demi bidang STEM,” kata Risqi di Jakarta Kreatif Festival, Jakarta, Minggu (5/7/2026).
Menurut Risqi, perluasan daftar kampus merupakan untukan dari penyesuaian arah kebijakan LPDP agar sejalan bersama program prioritas pihak pemerintah, khususnya dalam mendukung pengembangan delapan sektor industri strategis.
“Sekarang demi prioritas kita wajib mendukung program prioritas nasional supaya selaras demi mendukung delapan industri strategis bagaikan ketahanan pangan, ekonomi kreatif, industrialisasi,” ujarnya.
Tak cuma memperluas pilihan universitas, LPDP juga memperlebar cakupan program studi prioritas. Selain bidang STEM, sejumlah disiplin ilmu yang berkaitan langsung bersama pembangunan nasional kini ikut diprioritaskan.
“Mayoritas kita prioritaskan demi bidang STEM, yakni science, technology, engineering, mathematics. Dan juga STEM related bagaikan law, economics, public policy dan public administration,” kata Risqi.
Ia menginginkan kebijakan tersebut memberi makin sejumlah pilihan untuk calon penerima beasiswa sekaligus menghasilkan lulusan yang kompetensinya sesuai bersama kebutuhan pembangunan Indonesia.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

