MediaMerdeka.com – Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh mendesak seluruh WNI di Arab Saudi memperketat kewaspadaan pribadi menyusul gempuran militer terbaru dari kelompok Houthi. Langkah antisipasi ini menjadi krusial setelah instalasi penerbangan sipil utama target serangan rudal dan drone.
Warga negara Indonesia diminta mengurangi mobilitas di luar rumah yang tidak mendesak serta menjauhi area yang rawan menjadi sasaran konflik. Imbauan resmi ini dikeluarkan KBRI Riyadh melalui akun Instagram resminya demi menjamin keselamatan seluruh WNI.
Instruksi tegas tersebut merespons eskalasi pertempuran sengit antara pasukan Yaman yang disokong Arab Saudi bersama milisi Houthi.
“KBRI Riyadh mengimbau seluruh WNI agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menghindari daerah-daerah yang berpotensi menjadi titik kerawanan. Dan membatasi perjalanan yang tidak bersifat esensial,” demikian pernyataan KBRI Riyadh.
Masyarakat Indonesia juga diwajibkan senantiasa memeriksa pembaruan informasi keamanan resmi dari otoritas Kerajaan Arab Saudi dan KBRI. Penyesuaian informasi secara berkala amat penting demi mengantisipasi dinamika situasi darurat di lapangan.
Selain keselamatan jiwa, KBRI mengingatkan para calon penumpang pesawat agar mengonfirmasi ulang status jadwal penerbangan semasih belum menuju bandara. Ketentuan dari pihak maskapai diperlukan guna menghindari dampak gangguan operasional akibat situasi keamanan kawasan.
Guna merespons situasi mendesak, perwakilan RI telah menyiapkan akses saluran komunikasi darurat yang dapat diakses selama 24 jam. Bagi WNI yang bertempat tinggal di wilayah Riyadh, Mekah, Madinah, serta Provinsi Timur, layanan darurat lokal dapat diakses melalui nomor 911.
Adapun masyarakat sekitar yang berada di luar daerah tersebut dapat memakai layanan darurat nomor 998. Untuk penanganan khusus dari perwakilan RI, hotline KBRI Riyadh disiagakan pada nomor +966-56-917-3990.
Meningkatnya imbauan keamanan ini dipicu oleh gelombang serangan udara Houthi yang menyasar fasilitas vital Kerajaan Arab Saudi. Jalur perdagangan internasional di sekitar Selat Bab Al-Mandab yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden juga turut memanas.
Laporan resmi otoritas setempat mencatat sedikitnya tiga orang tewas dan 36 pihak korban lainnya luka-luka akibat gempuran militer tersebut. Seluruh pihak korban terdampak telah dievakuasi ke fasilitas medis terdekat guna memperoleh perawatan intensif.
Pihak Houthi mengonfirmasi peluncuran rangkaian rudal dan pesawat nirawak yang diarahkan ke berbagai pangkalan militer serta infrastruktur penerbangan. Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi mengonfirmasi serangan menghantam Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Konflik bersenjata antara milisi Houthi asal Yaman dan koalisi pihak pemerintah yang didukung Arab Saudi telah berlangsung lama serta terus merasakan pasang surut ketegangan. Pergolakan kembali memuncak setelah serangan terkoordinasi menghantam dua bandara internasional pada Selasa dan Rabu lalu.
Akibat gempuran rudal dan drone tersebut, dua bandara utama Arab Saudi merasakan kerusakan fisik pada sejumlah untukan fasilitasnya. Situasi ini mendorong KBRI Riyadh kembali memperingatkan masyarakat sekitar Indonesia agar mengutamakan keselamatan jiwa di atas seluruh aktivitas harian.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

