MediaMerdeka.com – Unggahan seorang masyarakat sekitarnet Malaysia yang mengejek gambar pahlawan nasional Frans Kaisiepo pada lembaran uang Rp10 ribu mendadak viral dan memicu gelombang kemarahan publik Indonesia. Warganet Tanah Air merespons tindakan tak terpuji tersebut bersama kecaman keras serta kampanye edukasi sejarah di media sosial.
Aksi pelecehan terhadap simbol kehormatan bangsa ini berawal dari unggahan akun Threads asal Malaysia yang menyamakan pahlawan asal Papua tersebut bersama karakter fiktif Thanos. Narasi destruktif itu langsung memancing benturan antar-pengguna media sosial dari kedua negara tetangga.
Langkah balasan yang diambil publik Indonesia tidak cuma sebatas umpatan, melainkan serangan edukasi massal mengenai rekam jejak perjuangan Frans Kaisiepo dalam mempertahankan kedaulatan NKRI. Pola respons ini menjadi fenomena menarik dalam mempertahankan martabat pahlawan nasional di ruang digital.
“Dah la Malaysia jom kita balik. Diorang ada Thanos do,” tulis akun Threads @pablo_yamii sambil mengunggah gambar pecahan uang Rp10 ribu, dikutip Senin (5/10/2026).
Pernyataan berseloroh tanpa empati tersebut dinilai melampaui batas kewajaran norma kesopanan antarbangsa. Tindakan mengaitkan pejuang kemerdekaan bersama sosok musuh fiktif penjahat super jelas merendahkan nilai-nilai sejarah Indonesia.
Kolom komentar unggahan tersebut langsung dipadati ribuan tanggapan menohok dari pengguna internet Indonesia. Banyak pihak menilai perbuatan tersebut sebagai bentuk ketidaktahuan sejarah sekaligus tindakan rasisme yang tidak dapat ditoleransi.
Masyarakat Indonesia merasa tersinggung lantaran potret pada mata uang kertas merupakan wujud penghormatan tertinggi negara kepada para jasawan bangsa. Penghinaan terhadap lembaran uang resmi secara langsung mencederai kehormatan simbol negara.
“Bro. This is too much. It now racist,” kata netizen lain di kolom komentar.
Warganet Indonesia secara masif memuntukkan riwayat hidup dan kontribusi besar Frans Kaisiepo untuk Indonesia. Edukasi digital ini dihadirkan demi menyadarkan tersangka serta publik internasional akan pentingnya peran sang pahlawan.
Frans Kaisiepo merupakan pahlawan nasional asal Papua yang memiliki andil besar dalam menyatukan wilayah Irian Barat ke dalam bingkai NKRI. Wajah beliau diabadikan dalam pecahan uang kertas rupiah emisi 2016 dan 2022 sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasanya.
Pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan pahlawan kelahiran Biak ini sebagai tokoh penting dalam sejarah integrasi nasional. Pengabadian gambar para pejuang di mata uang bertujuan demi terus merawat ingatan kolektif generasi muda terhadap sejarah perjuangan bangsa.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

