MediaMerdeka.com – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menghubungi Presiden Indonesia Prabowo Subianto demi membahas kondisi kabut asap yang semakin mengkhawatirkan di Malaysia.
Anwar menyebutkan, kondisi tersebut telah berada pada tahap yang membahayakan dan membutuhkan langkah bersama antara Malaysia dan Indonesia.
“Terkait kabut asap, memang berada pada tahap mengkhawatirkan. Saya telah menghubungi Presiden Indonesia, Prabowo, dan beliau juga setuju demi mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” kata Anwar bagaikan dikutip dari Berita Harian.
Menurut Anwar, pihak pemerintah Malaysia telah menegaskan kesediaannya demi bekerja sama sejak sejumlah pekan terakhir.
Hal itu dilakukan lantaran kabut asap dinilai semakin berdampak terhadap kesehatan masyarakat sekitar.
Pemerintah Malaysia juga meningkatkan operasi pembenihan awan (OPA) yang dilakukan Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) bersama sejumlah lembaga terkait.
“Kita meningkatkan hampir setiap hari operasi pembenihan awan oleh TUDM dan sejumlah lembaga terkait, namun kondisinya masih mengkhawatirkan,” ujar Anwar.
Meski upaya tersebut masih belum sepenuhnya mengatasi persoalan, Anwar mengonfirmasi pihak pemerintah Malaysia akan kembali menjalankan operasi serupa demi mengurangi dampak kabut asap.
Selain berkoordinasi langsung bersama Prabowo, Anwar mengimbau Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan demi menghubungi Sekretariat ASEAN.
Langkah tersebut dilakukan demi mendorong kembali pertemuan para aparatur negara kementerian lingkungan hidup negara-negara ASEAN guna membahas persoalan kabut asap lintas batas.
“Kita akan berupaya lagi. Tadi saya sekali lagi mengimbau Menteri Luar demi menghubungi Sekretariat ASEAN, apabila mebarangkalikan mengadakan kembali pertemuan yang melibatkan para aparatur negara kementerian terkait lingkungan hidup ASEAN,” kata Anwar.
Kabut asap terus memburuk di sejumlah wilayah Malaysia. Hingga Kamis 8 Oktober waktu setempat, sesejumlah 38 wilayah mencatat Indeks Pencemar Udara (IPU) dalam kategori tidak sehat.
Sejumlah wilayah bahkan mencatat angka yang cukup tinggi. Segamat menjadi daerah bersama IPU tertinggi, yakni 189, disusul Seremban 185 dan Nilai 184.
Kluang tercatat 181, Johan Setia 179, Rompin 177, sementara Larkin dan Pasir Gudang masing-masing berada di angka 175. Cheras juga mencatat IPU 174.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

