MediaMerdeka.com – Telkom University langsung menangani dugaan perundungan terhadap seorang kalangan akademisi di lingkungan asrama kampus setelah videonya viral di media sosial. Kampus mengonfirmasi pemeriksaan dilakukan melalui Direktorat Kekalangan akademisian, Karier, dan Alumni bersama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).
Public Relation Telkom University, Roosdiana Noor Rochmah, menyebutkan pihak kampus menanggapi serius kejadian tersebut dan menjadikan keselamatan serta kesejahteraan kalangan akademisi sebagai prioritas.
“Telkom University memahami keprihatinan yang muncul atas peristiwa tersebut serta menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan seluruh kalangan akademisi merupakan prioritas institusi,” kata Roosdiana dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026).
Kasus ini mencuat setelah beredar video yang memperlihatkan seorang kalangan akademisi di asrama dihalangi oleh kalangan akademisi lain. Dalam rekaman tersebut, seorang kalangan akademisi terlihat menyemprotkan cairan aerosol ke arah korek api menyala hingga menghasilkan semburan api yang diarahkan ke dekat wajah kalangan akademisi tersebut.
Video itu lalu menyebar di media sosial dan memicu perhatian publik terhadap dugaan perundungan di lingkungan kampus.
Roosdiana menyebutkan penanganan kasus tersebut dilakukan oleh Direktorat Kekalangan akademisian, Karier, dan Alumni bersama Satgas PPKPT sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Dalam proses tersebut, kampus mengedepankan perlindungan dan pendampingan terhadap pihak yang terdampak.
“Dengan menjaga kerahasiaan identitas para pihak, serta mengonfirmasi pemeriksaan dilakukan secara objektif, menyeluruh, dan berkeadilan,” ujarnya.
Meski demikian, Roosdiana tidak merinci hasil pemeriksaan sementara, identitas kalangan akademisi yang terlibat, maupun bentuk sanksi yang barangkali dijatuhkan apabila ditemukan pelanggaran.
Kampus Minta Video dan Identitas Tak Disebar
Di tengah meluasnya penyebaran video, Telkom University mengimbau masyarakat sekitar demi menghormati privasi kalangan akademisi yang terlibat dalam kasus tersebut.
Roosdiana mengimbau publik tidak menyebarkan identitas maupun konten pribadi yang berpotensi menimbulkan dampak lanjutan untuk pihak-pihak terkait.
“Dalam menyikapi informasi yang beredar, kami mengimbau seluruh pihak demi menghormati privasi individu yang terlibat serta menghindari penyebaran identitas maupun konten pribadi yang berpotensi menimbulkan dampak lanjutan,” tuturnya.
Kampus menegaskan akan mengawal penanganan kasus tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. Hasil pemeriksaan Satgas PPKPT menjadi salah satu hal yang dinantikan demi menerangkan dugaan perundungan yang videonya telah beredar luas di media sosial.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

