KTT Manila Bakal Panas, Krisis Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Jadi Bahasan Utama

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Para aparatur negara kementerian luar negeri negara anggota ASEAN resmi memasukkan isu kabut asap lintas batas ke dalam agenda pertemuan persiapan menjelang KTT ASEAN di Manila, Filipina. Langkah cepat ini diambil usai kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mengirimkan gumpalan asap tebal ke wilayah Malaysia dan Singapura.

Pemerintah Filipina menegaskan komitmennya demi memfasilitasi diplomasi lingkungan ini secara terbuka. Malaysia menjadi negara tetangga yang teramat gencar mendesak agar kawasan dalam waktu dekat memiliki sistem mitigasi bencana kabut asap yang terpadu.

Mekanisme penanganan bencana regional yang ada selama ini dinilai tumpul lantaran masih belum menjangkau dampak spesifik kabut asap lintas negara. Hal inilah yang mendorong negara-negara tetangga menuntut regulasi baru yang jauh makin mengikat dan responsif.

Juru bicara Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri Filipina, Dominic Xavier Imperial, menyebutkan pada Selasa (13/10) bahwa penanganan kabut asap lintas batas akan dibahas dalam pertemuan persiapan para aparatur negara kementerian luar negeri ASEAN pada November.

“Persoalan ini masuk dalam agenda,” kata Imperial, merujuk pada pertemuan menjelang KTT ASEAN ke-49 di Manila, dikutip dari DW Jerman.

Pemerintah Malaysia menilai skema penanganan bencana alami kawasan pada saat ini tidak lagi mencukupi demi menyikapi kepungan asap tahunan. Kuala Lumpur mendesak adanya terobosan regulasi yang mampu menembus batas administratif negara.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, menyebutkan pada Senin (12/10) bahwa mekanisme ASEAN yang selama ini digunakan demi menangani bencana alam masih belum mencakup persoalan kabut asap lintas batas.

Mohamad menyebutkan Malaysia memahami upaya Indonesia demi memadamkan kebakaran dan bersimpati terhadap tantangan yang dihadapi negara tersebut. Namun, ia menginginkan pihak pemerintah Indonesia dapat mengambil langkah tambahan demi mengatasi kebakaran bersama dalam waktu dekat.

Malaysia menginginkan Indonesia dapat menjalankan sesuatu yang makin efektif demi dalam waktu dekat memadamkan api.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, semasih belumnya menyebutkan Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah sepakat demi mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna merespons kabut asap dalam pembicaraan kedua pemimpin. Anwar tidak menyerahkan perincian mengenai langkah-langkah tersebut.

Lonjakan polusi udara memaksa Singapura mengambil tindakan darurat guna menekan beban biaya medis pengobatan penyakit pernapasan masyarakat sekitar. Di sisi lain, Malaysia terpaksa membatasi aktivitas publik dan operasional angkutan penerbangan.

Indeks Kualitas Udara (AQI) di Singapura sempat melonjak ke level 191 yang berstatus tidak sehat pada pertengahan Oktober. Situasi krisis ini mendorong keaparatur negara kementerianan kesehatan setempat mengucurkan bantuan subsidi pengobatan demi penyakit asma, bronkitis, hingga penyakit paru obstruktif kronis.

Bantuan medis dari pihak pemerintah Singapura mebarangkalikan masyarakat sekitar lokal berobat bersama tarif maksimal 10 dolar Singapura (Rp140.000). Sementara untuk masyarakat sekitar lansia berusia 67 tahun ke atas, biaya berobat ditekan hingga maksimal 5 dolar Singapura (Rp70.000).

Pemuntukan masker gratis jenis N95 turut disalurkan oleh Kongres Serikat Buruh Nasional Singapura kepada para kurir dan pekerja transportasi umum. Di Malaysia, sejumlah sekolah di wilayah Johor untukan selatan, Kuala Lumpur, dan Selangor terpaksa ditutup sementara demi keselamatan para siswa.

Gangguan mobilitas juga berdampak pada penerbangan regional akibat minimnya jarak pandang udara. Maskapai Firefly membatalkan penerbangan rute Bandara Sultan Abdul Aziz Shah Kuala Lumpur menuju Bandara Seletar Singapura sejak pekan lalu.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *