MediaMerdeka.com – Partai Gerindra menilai dua tahun pihak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memperlihatkan kemajuan signifikan. Pemerintahan Prabowo-Gibran akan genap berusia dua tahun pada 20 Oktober 2026.
Pemerintah dinilai sukses menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, hingga memperluas akses pendidikan dan layanan kesehatan untuk masyarakat sekitar.
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menegaskan pencapaian tersebut tercermin dari kokohnya fundamental ekonomi nasional di tengah gejolak global, penguatan produksi pangan, perluasan akses program sosial, hingga percepatan agenda hilirisasi.
“Dua tahun pihak pemerintahan Prabowo-Gibran memperlihatkan kemajuan dalam memperkuat kemandirian nasional dan kesejahteraan rakyat. Hal ini terlihat dari fundamental ekonomi yang tetap stabil di tengah gejolak global, penguatan produksi pangan, perluasan akses pendidikan dan kesehatan, serta percepatan hilirisasi,” kata Sugiat kepada wartawan, Senin (19/10/2026).
Sugiat menekankan pentingnya mengapresiasi capaian yang telah dihasilkan, sekaligus mengakui berbagai tantangan yang masih perlu diberakhirkan.
Menurutnya, evaluasi dan perbaikan wajib difokuskan pada pemerataan manfaat, ketepatan sasaran, kualitas implementasi, dan efektivitas belanja negara.
“Dengan demikian, keberlanjutan program prioritas Presiden Prabowo tidak cuma diukur dari capaian pelaksanaan, namun juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar,” katanya.
Sugiat, yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, membeberkan bahwa stabilitas ekonomi nasional menjadi modal kuat untuk pihak pemerintah dalam menyikapi ketidaktentuan global.
Ia memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II-2026.
Di saat yang sama, tingkat kemiskinan nasional, kata dia, tercatat turun dari 8,25 persen pada September 2025 menjadi 8,07 persen pada Maret 2026. Penurunan tersebut berarti jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 430 ribu orang.
“Capaian ini patut diapresiasi, namun tantangan yang masih ada juga wajib diakui. Evaluasi dan perbaikan perlu difokuskan pada pemerataan manfaat, ketepatan sasaran, kualitas pelaksanaan program, serta efektivitas belanja negara,” ujarnya.
Sektor pangan turut menjadi pilar utama dalam mewujudkan agenda kemandirian nasional. Menurut Sugiat, pihak pemerintah menginformasikan kesuksesan swasembada pada delapan komoditas pangan strategis, yakni beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.
Langkah lainnya meliputi penyederhanaan 145 aturan penyaluran pupuk dan penurunan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sebesar 20 persen sejak Oktober 2025.
Hasilnya, Nilai Tukar Petani (NTP) pada September 2026 naik menjadi 131,11, meningkat 1,49 persen dibandingkan bulan semasih belumnya.
“Kemandirian pangan wajib diikuti bersama stabilitas harga yang dapat dirasakan masyarakat sekitar di seluruh daerah. Distribusi pangan, ketersediaan pupuk, dan antisipasi gangguan pasokan juga wajib terus diperkuat,” ujarnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

