Industri Teriak Soal Harga Beras Pecah, Begini Jawaban Mentan

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman akan membahas penjualan beras pecah demi kebutuhan industri bersama keaparatur negara kementerianan terkait. Pembahasan ini merespons persoalan harga beras pecah produksi dalam negeri yang dinilai makin mahal dibandingkan produk impor berakibat menyulitkan industri makanan dan minuman.

Amran menyebutkan, pemanfaatan beras pecah demi industri perlu dibahas melalui rapat koordinasi (rakor), termasuk bersama mempertimbangkan ketersediaan stok beras pihak pemerintah yang mencapai 4,5 juta ton.

“Oh, ya. Itu nanti kita wajib bahas bersama di tingkat rakor,” ujar Amran di Keaparatur negara kementerianan Pertanian, Senin (19/10/2026).

Dia menyebut Indonesia pada saat ini memiliki stok beras dalam jumlah besar. Karena itu, pemanfaatan beras pecah demi kebutuhan industri menjadi salah satu opsi yang akan dibahas pihak pemerintah.

“Jadi, kini kan ada beras pecah. Kita punya stok sejumlah. Stok kita masih 4,5 juta (ton). Stok kita sejumlah,” kata Amran.

Saat ditanya mengenai waktu pelaksanaan rapat tersebut, Amran menginginkan pembahasan dapat dalam waktu dekat dilakukan.

Semasih belumnya, Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji membeberkan industri makanan dan minuman menyikapi persoalan harga bahan baku beras pecah yang jauh makin mahal apabila memakai pasokan dalam negeri dibandingkan impor.

Sarmuji menyebut harga beras pecah impor berada di kisaran Rp5.700 hingga Rp6.000 per kilogram. Sementara itu, harga beras pecah produksi dalam negeri dipatok sekitar Rp11.000 per kilogram.

“Kalau bersama Rp11.000 itu industri kita nggak dapat kompetitif. Seperti industri bihun dan lain sebagainya nggak dapat kompetitif,” kata Sarmuji.

Menurut Sarmuji, selisih harga tersebut menyulitkan industri pengolahan yang memakai beras pecah sebagai bahan baku.

Karena itu, pihak pemerintah menjajaki kebarangkalian agar industri dapat menyerap stok beras pecah yang tersimpan di gudang Perum Bulog bersama harga yang makin terjangkau.

“Perlakuan terhadap beras-beras bagaikan itu wajib ada solusinya. Industri kita dapat mengambil stok di gudang Bulog, yang lama dan pecah. Tapi juga harganya wajib dapat turun sesuai bersama harga dapat ditoleransi industri. Kita wajib cari caranya ini,” ujar Sarmuji.

Sarmuji menyebutkan telah berkoordinasi bersama Keaparatur negara kementerianan Pertanian mengenai persoalan tersebut. Pemanfaatan stok beras pecah domestik diharapkan dapat menolong memenuhi kebutuhan bahan baku industri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *