Izin 6 Perusahaan Hutan Dibekukan Imbas Karhutla, Ada Jejak Haji Isam hingga Bisnis Sawit Singapura

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, membekukan izin enam korporasi pemegang konsesi hutan di Kalimantan Tengah terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Keenam korporasi tersebut yakni PT Hasil Kalimantan Jaya, PT Taiyoung Engreen, PT Hutan Produksi Lestari, PT Ramang Agro Lestari, PT Puspa Warna Cemerlang, dan PT Sinergi Hutan Sejati.

“Jadi per pada hari ini, sekali lagi sesuai bersama perintah Bapak Presiden, kami lakukan pembekuan disertai paksaan pemulihan ekosistem terhadap enam korporasi yang tadi saya sebutkan. Jadi total per pada hari ini, telah ada 32 korporasi yang kena sanksi administratif di sektor kehutanan,” kata Raja Juli di Istana Negara, Rabu (21/10/2026).

Keenam korporasi tersebut memiliki konsesi bersama total luas sekitar 201.390 hektare. Berdasarkan data yang disampaikan Raja Juli, area terbakar yang tercatat pada konsesi-konsesi tersebut mencapai sekitar 7.531 hektare.

Raja Juli menyebutkan, pihak pemerintah membuka kebarangkalian proses pidana apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum.

“Sementara itu, kami juga tidak menutup kebarangkalian bahwa korporasi-korporasi ini juga akan berproses secara pidana apabila memang ada indikasi ke arah sana,” ujarnya.

Dari enam korporasi tersebut, PT Taiyoung Engreen memiliki keterkaitan kepemilikan saham bersama Jhonlin Group milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

Laporan organisasi riset lingkungan AidEnvironment pada 2022 menyebut Jhonlin memiliki 30 persen saham Taiyoung Engreen. Perusahaan Korea Selatan Taiyoung Global Co. Ltd. tercatat memiliki 40 persen, sementara itu tiga pemegang saham lainnya masing-masing memiliki 10 persen.

Sementara itu, PT Hasil Kalimantan Jaya memiliki kaitan melalui Liana Saputri selaku putri Haji Isam yang tercatat sebagai komisaris korporasi tersebut sekaligus Komisaris Utama PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN).

Keterkaitan lain ditemukan pada PT Ramang Agro Lestari. Laporan AidEnvironment menghubungkan korporasi tersebut bersama PT Graha Utama Lestari dan PT Ciliandry Angky Mandiri, yang dikaitkan bersama Silvia Fangiono dan Martias Fangiono.

Keluarga Fangiono juga dikenal dalam bisnis perkebunan kelapa sawit, termasuk melalui First Resources Limited, korporasi yang tercatat di bursa Singapura. 

Namun, hubungan tersebut tidak membuktikan First Resources memiliki saham langsung di Ramang Agro Lestari.

Adapun PT Hutan Produksi Lestari dikaitkan bersama pengusaha Iman Hartono dan Willem Alexander Hartono. 

Keduanya juga dikaitkan bersama korporasi pengolahan kayu PT Prima Parquet Indonesia, yang produknya dipasarkan ke sejumlah negara, termasuk Singapura dan Malaysia.

Sementara itu, PT Puspa Warna Cemerlang tercatat memiliki hubungan investasi historis bersama PT Inhutani I, untukan dari kelompok usaha Perum Perhutani. 

Adapun PT Sinergi Hutan Sejati memiliki sejumlah pengurus yang juga tercatat dalam dokumen korporasi kehutanan lain, PT Bina Multi Alam Lestari.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *