Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Pemerintah Indonesia dan Belarus sukses mencatat komitmen bisnis senilai Rp7 triliun melalui penandatanganan lima Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 Indonesia-Belarus di Minsk, Belarus.

Kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis demi memperkuat hubungan perdagangan, investasi, industri, hingga sektor pangan antara kedua negara.

Penandatanganan kerja sama dilakukan bersamaan bersama penandatanganan Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama Bidang Kerja Sama Ekonomi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich.

Lima MoU yang diteken melibatkan sejumlah korporasi Indonesia dan Belarus, yakni kerja sama antara PT Pupuk Indonesia bersama Nedra Nezhin, PT Indonesia Belarus Jaya bersama OJSC Minsk Dairy Plant No. 1, PT Indonesia Belarus Jaya bersama Energi Complekt, PT Indonesia Belarus Jaya bersama OJSC Dolomite, serta PT Indonesia Belarus Jaya bersama Belindo Trade.

Airlangga menegaskan bahwa seluruh kesepahaman yang dicapai wajib dalam waktu dekat diwujudkan menjadi proyek nyata yang mampu menyerahkan dampak langsung untuk pertumbuhan ekonomi kedua negara.

“Kesepahaman yang telah dicapai dalam SKB ini wajib dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang menyerahkan dampak langsung untuk peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus,” ujar Airlangga dilansir dari laman Antara, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, penandatanganan Agreed Minutes menjadi fondasi penting demi mengonfirmasi seluruh agenda kerja sama ekonomi RI-Belarus dapat berjalan makin sistematis dan berorientasi pada hasil konkret.

Dalam forum tersebut, Indonesia dan Belarus membahas berbagai peluang kerja sama strategis yang mencakup perdagangan, investasi, industri, pertanian dan ketahanan pangan, kehutanan, perbankan, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, budaya, olahraga, hingga sektor pariwisata.

Airlangga juga menilai, Agreed Minutes dapat menjadi instrumen utama demi mempercepat implementasi berbagai proyek kerja sama bilateral, khususnya yang berkaitan bersama investasi dan pengembangan industri.

Sementara itu, Viktor Karankevich menyampaikan, komitmen Belarus demi memperdalam hubungan ekonomi bersama Indonesia, terutama pada sektor industri, teknologi, dan pertanian.

Belarus juga membuka peluang kolaborasi yang makin luas untuk dunia usaha kedua negara agar hubungan bisnis Indonesia-Belarus semakin berkembang di masa mendatang.

“Kami berkomitmen demi terus memperkuat kerja sama bersama Indonesia dan membuka ruang kemitraan yang makin luas untuk tersangka usaha kedua negara,” ujar Viktor Karankevich.

Pertemuan tingkat tinggi tersebut turut dihadiri Duta Besar RI demi Moskow Jose Antonio Morato Tavares, Sekretaris Keaparatur negara kementerianan Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, serta sejumlah perwakilan keaparatur negara kementerianan, APINDO, dan KADIN Indonesia.

Komitmen bisnis senilai Rp7 triliun ini dinilai menjadi sinyal positif untuk penguatan hubungan dagang Indonesia bersama kawasan Eurasia, sekaligus membuka peluang baru untuk ekspansi industri dan investasi nasional.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *