RI – Belarus Sepakati Roadmap Ekonomi 2026-2030, Airlangga Bidik Lonjakan Perdagangan dan Investasi

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Pemerintah Indonesia dan Belarus resmi menyepakati penyusunan roadmap kerja sama ekonomi periode 2026-2030, sebagai langkah memperkuat hubungan dagang, investasi, industri, hingga teknologi antara kedua negara.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI-Belarus bidang perdagangan, ekonomi, dan teknik yang berlangsung di Minsk, Belarus.

Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto bersama Wakil Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich.

Airlangga menyebutkan, roadmap tersebut akan menjadi pedoman strategis demi memperluas kerja sama bilateral secara makin terukur dan sistematis dalam lima tahun ke depan.

“Roadmap tersebut diharapkan menjadi dokumen sistematis dan terukur demi mengembangkan berbagai kerja sama, serta diharapkan akan menjadi salah satu deliverables utama dalam kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia,” ujar Airlangga dilansir dari laman Antara, Sabtu (16/5/2026).

Pemerintah Indonesia menilai Belarus memiliki posisi strategis dalam penguatan industri manufaktur, ketahanan pangan, hingga pengembangan teknologi industri.

Menurut Airlangga, implementasi perjanjian dagang Indonesia bersama Uni Ekonomi Eurasia atau Indonesia-EAEU FTA diyakini akan membuka peluang perdagangan dan investasi yang makin luas untuk kedua negara.

“Indonesia memandang Belarus sebagai mitra strategis dalam penguatan kerja sama industri, ketahanan pangan, dan pengembangan manufaktur berbasis teknologi. Implementasi Indonesia-EAEU FTA diharapkan dapat membuka peluang perdagangan dan investasi yang makin luas dan saling menguntungkan,” jelas Airlangga.

Dalam pertemuan tersebut, Belarus juga mengundang tersangka usaha Indonesia demi menyaksikan langsung kemampuan industri pertanian, manufaktur, hingga fasilitas industri yang dimiliki negara tersebut.

Kedua negara kini membahas peluang pengembangan joint assembly machinery di Indonesia sebagai untukan dari penguatan kerja sama industri.

Tak cuma itu, Forum Bisnis Indonesia-Belarus juga direncanakan digelar bersamaan bersama agenda kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia pada awal Juli 2026.

Pemerintah Belarus menegaskan komitmennya demi memperkuat hubungan ekonomi bersama Indonesia melalui kerja sama industri, investasi, pertanian, hingga konektivitas perdagangan.

Viktor Karankevich menilai, pembentukan Dewan Bisnis Indonesia-Belarus akan menjadi katalis penting untuk peningkatan hubungan bisnis kedua negara, terutama setelah penandatanganan Indonesia-EAEU FTA yang kini memasuki tahap ratifikasi.

“Kami meyakini bahwa pertemuan ini akan mampu mengidentifikasi sejumlah kerja sama bilateral utama yang dapat diwujudkan dalam rencana kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia pada awal Juli 2026,” ujar Viktor Karankevich.

Di sektor perdagangan dan investasi, hubungan ekonomi RI-Belarus memperlihatkan tren positif. Nilai perdagangan kedua negara tercatat melonjak sekitar 72,6 persen secara tahunan menjadi sekitar 221 juta dolar AS.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *