5 WNI Termasuk Jurnalis Ditangkap Israel, TB Hasanuddin: Negara Harus Gerak Cepat!

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen aparat TNI (Purn) TB Hasanuddin, menyerahkan respons keras atas tindakan militer Israel yang menjalankan intersepsi dan penangkapan terhadap sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza, Palestina.

Ia menilai tindakan Angkatan Laut Israel di perairan internasional tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip kebebasan navigasi internasional, serta bentuk pengabaian nyata terhadap Hukum Humaniter Internasional dan Konvensi Jenewa.

“Penangkapan terhadap relawan kemanusiaan dan jurnalis sipil di perairan internasional tidak dapat dibenarkan. Ini bukan cuma menyangkut keselamatan WNI, namun juga menyangkut penghormatan terhadap hukum internasional dan perlindungan terhadap misi kemanusiaan,” tegas TB kepada wartawan, Selasa (19/5/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sembilan WNI yang tergabung dalam misi di bawah koordinasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) tersebut.

Mereka terdiri dari relawan kemanusiaan dan jurnalis nasional.

Dari jumlah tersebut, lima orang dilaporkan telah ditangkap oleh militer Israel (IDF), termasuk dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono (Abeng) dan Thoudy Badai.

Sementara itu, empat WNI lainnya masih berada dalam pelayaran.

Menyikapi situasi darurat ini, TB Hasanuddin mendesak Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri RI demi dalam waktu dekat mengambil langkah diplomasi yang agresif, termasuk mengaktifkan jalur back-channel dan instrumen multilateral.

“Pemerintah wajib bergerak cepat melalui jalur diplomasi bilateral maupun multilateral. Indonesia perlu menggalang dukungan di Dewan Keamanan PBB, serta mengimbau Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menjalankan intervensi langsung demi mengonfirmasi kondisi para WNI,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa perlindungan terhadap masyarakat sekitar negara di luar negeri, terutama yang sedang menjalankan misi kemanusiaan, merupakan kewajiban konstitusional negara yang tidak dapat ditawar.

Terkait misi tersebut, Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, semasih belumnya telah menegaskan bahwa kehadiran para relawan dan jurnalis murni demi tujuan kemanusiaan tanpa mengangkut senjata.

“Para relawan datang bukan mengangkut senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia demi masyarakat sekitar sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menyikapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti,” ungkap Andi dalam pernyataan resminya, Senin (18/5).

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *