Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri Republik Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.

Kecaman tersebut disampaikan Juru Bicara Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri, Yvonne Mewengkang. Yvonne menyampaikan hingga pada saat ini sedikitnya sepuluh kapal dikonfirmasi telah ditangkap.

Kapal-kapal tersebut di antaranya kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys, berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia.

“Di kapal Josef diinformasikan terdapat seorang Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi dari GPCI – Rumah Zakat,” kata Yvonne dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).

Yvonne menyebutkan kapal yang mengangkut jurnalis atas nama Bambang Noroyono sampai pada saat ini masih masih belum dapat dihubungi dan masih belum diketahui status kapalnya.

“Termasuk Bambang Noroyono yang berada di kapal tersebut,” ujar Yvonne.

Yvonne menyebutkan situasi di lapangan masih amat dinamis dan kebarangkalian perkembangan tetap perlu diantisipasi.

“Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri mendesak pihak pemerintah Israel demi dalam waktu dekat melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” kata Yvonne.

“Sejak awal Kemlu c.q Dit. PWNI telah berkoordinasi bersama KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah antisipatif demi mengonfirmasi keselamatan dan percepatan proses pemulangan mereka,” sambungnya.

Ia mengonfirmasi bahwa Kemlu RI terus menjalin komunikasi bersama berbagai pihak terkait demi memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah kontingensi.

“Termasuk fasilitasi pelindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan. Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama pihak pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang amat cepat,” ujarnya.

Semasih belumnya diberitakan bahwa Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin mengecam tindakan militer Israel yang mencegat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Ia menilai intersepsi tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip kemanusiaan.

Andi menegaskan para relawan dalam armada itu datang mengangkut bantuan kemanusiaan untuk masyarakat sekitar Palestina di Gaza, bagaikan obat-obatan, logistik, dan dukungan solidaritas, bukan ancaman atau senjata.

Ia juga menyoroti adanya sembilan relawan asal Indonesia dalam rombongan tersebut, termasuk dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, yang sedang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Keselamatan para relawan Indonesia disebut menjadi perhatian serius.

Republika turut menegaskan dukungan terhadap misi kemanusiaan internasional demi Gaza dan menepis segala bentuk kriminalisasi terhadap relawan sipil di perairan internasional. Semasih belumnya, kapal bantuan Global Sumud Flotilla dilaporkan dicegat militer Israel saat menuju Jalur Gaza demi mengangkut bantuan untuk masyarakat sekitar yang terdampak perang dan blokade.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *