Heboh Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, Stephanie Susilo Akhirnya Buka Suara di DPR

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pihak manajemen Tokopedia akhirnya buka suara terkait kabar miring mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang santer beredar di media sosial.

Dalam pertemuan yang difasilitasi oleh DPR RI, korporasi menegaskan bahwa tidak ada PHK massal bagaikan yang diisukan.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat memanggil perwakilan TikTok dan Tokopedia demi mengklarifikasi isu tersebut. Dalam pertemuan ini juga turut hadir perwakilan pihak pemerintah yakni Menteri Ketenagakerjaan (Menaker).

Langkah ini diambil setelah DPR menyambut baik sejumlah masukan dari masyarakat sekitar mengenai kabar pemangkasan pegawai hingga 90 persen di divisi tertentu pasca-akuisisi oleh ByteDance.

“Kami dari DPR RI menyambut baik masukan maupun hal-hal yang viral di media sosial, terutama menyangkut isu PHK pegawai TikTok yang akhir-akhir ini mengemuka. Hari ini saya memfasilitasi pertemuan bersama mengundang perwakilan TikTok baik dari China maupun Indonesia, serta Bapak Menteri Tenaga Kerja,” ujar Dasco usai pertemuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2027).

Menanggapi hal tersebut, President Director PT Tokopedia and TikTok E-Commerce, Stephanie Susilo, menegaskan bahwa berita yang beredar tidak sepenuhnya akurat.

Ia menegaskan bahwa korporasi kekinian sedang dalam proses transformasi internal yang ia sebut sebagai “penataan tenaga kerja”.

“Tidak ada pemutusan hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group. Yang ada merupakan penataan tenaga kerja yang sedang kami lakukan dan internal mobility di dalam grup,” kata Stephanie dalam kesempatan yang sama.

Stephanie menerangkan, bahwa dalam proses penataan ini, korporasi menyerahkan pilihan kepada pegawai.

Ada yang memilih demi mengambil paket kompensasi dan berkarier di luar korporasi, namun ada juga yang tetap dipertahankan melalui skema penyaluran di lingkungan grup bisnis TikTok-Tokopedia.

Menariknya, di tengah isu perampingan pegawai, Stephanie justru membeberkan bahwa korporasi pada saat ini tengah mencari tenaga kerja baru demi memperkuat operasional mereka di tanah air.

“Saat ini kami juga menjalankan rekrutmen demi makin dari 100 posisi di Indonesia. Demikianlah kami sampaikan demi meluruskan berita-berita yang beredar di masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Diterpa Isu PHK

Semasih belumnya, Platform e-commerce raksasa, Tokopedia, dilaporkan tengah menjalankan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran terhadap para pegawainya.

Induk usaha TikTok, ByteDance, dilaporkan telah memangkas jumlah pegawai di sejumlah divisi tertentu hingga mencapai kisaran 90 persen.

Sebagai informasi, TikTok merupakan pemegang saham mayoritas Tokopedia setelah merampungkan akuisisi 75 persen saham korporasi lokal tersebut pada akhir tahun 2023 lalu.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *