KemenHAM: Pemerintah Sedang Upayakan Pembebasan WNI yang Ditahan Israel

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Keaparatur negara kementerianan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KemenHAM RI) mengaku pada saat ini pihak Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri sedang berupaya membebaskan masyarakat sekitar negara Indonesia (WNI) beserta awak misi kemanusiaan yang ditahan oleh tentara zionis Israel.

Staf Khusus (Stafsus) Menteri HAM Bidang Transformasi Digital dan Komunikasi Media, Thomas Harming Suwarta, menyebutkan pihak pemerintah kini tengah berkoordinasi bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman.

“Kami mendapat informasi bahwa pihak otoritas diplomatik Indonesia telah berkoordinasi bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman,” kata Thomas dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).

Langkah ini diambil demi menjamin keselamatan serta mempercepat proses pemulangan WNI yang ditahan oleh zionis Israel.

“Langkah antisipatif ini diambil guna menjamin keselamatan serta mempercepat proses pemulangan para WNI yang terlibat dalam misi tersebut,” ucap Thomas.

Thomas menegaskan bahwa pihak pemerintah terus memantau peristiwa ini melalui komunikasi intensif bersama berbagai pihak terkait demi memperoleh informasi terkini mengenai kondisi WNI tersebut.

Langkah fasilitasi perlindungan juga disiapkan secara maksimal seiring situasi yang berkembang cepat. Pemerintah tengah menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitas perlindungan dan percepatan pemulangan apabila diperlukan.

“Kita tentu terus menjalankan pemantauan dari waktu ke waktu demi mengonfirmasi kondisi WNI kita dalam keadaan selamat dan dapat dalam waktu dekat dibebaskan,” pungkas Thomas.

Semasih belumnya, armada kapal misi kemanusiaan demi Gaza, Palestina, yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2026, dikepung sejumlah kapal perang militer zionis Israel di perairan Laut Mediterania.

Akibat insiden tersebut, keselamatan sembilan masyarakat sekitar negara Indonesia (WNI) yang berada di dalam armada kini terancam.

Informasi per Senin (18/5/2026) malam pukul 19.00 WIB menyebutkan bahwa satu WNI telah terdeteksi merasakan intersepsi langsung oleh pihak militer Israel.

Koordinator Dewan Pengarah Gerakan Penggalangan Clean Initiative (GPCI), Maimon Herawati, mengonfirmasi bahwa status bahaya atau red alert telah ditetapkan sejak Minggu malam.

“Sebenarnya dari pada hari semasih belumnya malam ini telah mengawali red alert. Maksudnya, kami lantaran positif pada tingkat 1 ya. Sudah terdeteksi kapal-kapal dan drone sekitar Flotilla, Global Sumud Flotilla,” ujar Maimon melalui siaran Zoom langsung dari Command Center di Turki saat konferensi pers di Jakarta, Senin (18/5/2026) malam.

Laporan dari Media Crisis Center Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menyebutkan bahwa militer Israel mengawali menghambat pergerakan armada yang mengangkut bantuan logistik darurat tersebut.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *