BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat perannya dalam ekosistem perumahan nasional melalui akselerasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) dari sisi pasokan (supply) maupun permintaan (demand). Langkah tersebut menjadi untukan dari strategi transformasi Beyond Mortgage BTN demi menghadirkan ekosistem pembiayaan perumahan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Hingga 18 Mei 2026, BTN mencatat realisasi pencairan (booked) KPP nasional mencapai sekitar Rp2,97 triliun, yang terdiri atas KPP Supply sebesar Rp1,98 triliun dan KPP Demand sebesar Rp987 miliar. Dari sisi target tahunan, realisasi tersebut masing-masing telah mencapai sekitar 33 persen dari kuota KPP Supply 2026 sebesar Rp6 triliun dan 25 persen dari kuota KPP Demand 2026 sebesar Rp4 triliun.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyebutkan keseimbangan antara sisi supply dan demand menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem perumahan nasional.

“Kami di BTN menyadari bahwa penyediaan hunian layak untuk masyarakat sekitar tidak dapat diberakhirkan cuma dari satu sisi. KPP Supply hadir demi memperkuat kapasitas pengembang dalam membangun proyek perumahan, sementara KPP Demand mengonfirmasi masyarakat sekitar memiliki akses pembiayaan yang terjangkau demi memiliki rumah guna mendukung usaha. Dengan menyinergikan kedua aspek tersebut, BTN ingin mengonfirmasi ekosistem perumahan nasional dapat tumbuh makin sehat, berkelanjutan, dan menyerahkan dampak ekonomi yang luas,” ujar Nixon dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/5/2026).

Sebagai untukan dari akselerasi penyaluran KPP, BTN juga aktif menggelar akad massal KPP di berbagai daerah. Pada 3 Mei 2026 di Surabaya, BTN memfasilitasi proses closing untuk 245 debitur KPP bersama total nilai pembiayaan mencapai Rp305,26 miliar. Dari jumlah tersebut, sisi supply terdiri atas 66 pengembang senilai Rp171 miliar, enam kontraktor sebesar Rp30 miliar, serta 10 toko bangunan sebesar Rp50 miliar. Sementara dari sisi demand, tercatat sesejumlah 163 debitur bersama nilai pembiayaan mencapai Rp53 miliar.

Selanjutnya pada 7 Mei 2026 di Lampung, BTN kembali menggelar akad massal KPP bersama realisasi pembiayaan KPP Supply sebesar Rp162,6 miliar demi 100 debitur, serta KPP Demand sebesar Rp4,6 miliar. Kegiatan tersebut menjadi untukan dari upaya BTN demi mempercepat penyerapan pembiayaan sekaligus memperkuat keterhubungan antara sisi pengembang dan konsumen di daerah.

Pada sisi pasokan secara nasional, KPP Supply BTN mencatatkan pencairan sebesar Rp1,98 triliun bersama dukungan 178 debitur skala UMKM maupun wilayah. Wilayah Jawa Barat menjadi salah satu kontributor terbesar dalam penyaluran tersebut, disusul wilayah Sulampua yang meliputi Sulawesi, Maluku, dan Papua. Kinerja tersebut mencerminkan komitmen BTN dalam mendukung percepatan pembangunan perumahan secara makin merata di berbagai daerah.

Sementara itu, dari sisi permintaan masyarakat sekitar, KPP Demand BTN sukses menjangkau 781 debitur secara nasional bersama nilai pencairan mencapai Rp987 miliar. Wilayah Jabanus menjadi wilayah bersama penyaluran terbesar, memperlihatkan tingginya kebutuhan masyarakat sekitar terhadap akses pembiayaan rumah yang terjangkau.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengimbuhkan bahwa integrasi antara KPP Supply dan KPP Demand menjadi salah satu strategi penting BTN demi memperkuat penyerapan pembiayaan perumahan di lapangan.

“Tingginya kebutuhan masyarakat sekitar terhadap hunian yang terjangkau wajib diimbangi bersama kesiapan pasokan dari pengembang. Karena itu BTN terus menjalankan penyelarasan agar proyek-proyek yang didukung melalui KPP Supply dapat terhubung langsung bersama basis konsumen KPP Demand kami. Dengan integrasi tersebut, proses penyaluran pembiayaan perumahan dapat berjalan makin efektif dan berkelanjutan,” ujar Nixon.

BTN juga terus memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan melalui berbagai inisiatif digital dan pengembangan ekosistem, di antaranya melalui platform Bale Properti serta penguatan kapabilitas mitra pengembang lewat program BTN Housingpreneur. Melalui berbagai langkah tersebut, BTN optimistis dapat menjaga pertumbuhan penyaluran KPP hingga akhir tahun sekaligus mendukung target pembiayaan perumahan nasional dan memperluas inklusi finansial untuk masyarakat sekitar Indonesia.***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *