Mensos Gus Ipul: Sekolah Rakyat Juga Menyasar Daerah 3T

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Sekolah Rakyat sebagai salah satu program prioritas pengentasan kemiskinan telah hadir di seluruh penjuru Indonesia, mengawali dari Sabang sampai Merauke. Sekolah gratis bersama konsep asrama ini juga menyasar daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebutkan, pada saat ini Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi di 166 titik tersebar di seluruh wilayah Indonesia sejak Juli-Oktober 2025. Dia menyebut, di antara ratusan lokasi tersebut, sejumlah berada di wilayah kepulauan dan daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

“Jadi bila kita lihat yang 166 telah mengawali menjalankan proses belajar-mengajar sejak bulan Juli, Agustus atau September, Oktober tahun lalu, tahun 2025, itu tersebar mengawali dari Sabang sampai Merauke. Jadi di Aceh ada, di Papua juga ada, di NTT ada, di Sulawesi Utara juga ada,” kata Gus Ipul di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).

“Jadi ada seluruh yang mewakili daerah-daerah 3T, bagaikan misalnya di Anambas atau di Natuna,” tambahnya.

Sebagai informasi, pada saat ini, juga ada tiga Sekolah Rakyat rintisan yang telah beroperasi di daerah 3T di Maluku, yakni SRMA 40 Ambon, SRT 73 Maluku Tengah, dan SRT 74 Tual. Kemudian, empat lokasi baru juga telah diusulkan masuk pembangunan tahap berikutnya, yakni di Ambon, Seram Bagian Timur, Aru, dan Maluku Tenggara.

Gus Ipul membeberkan, pada saat ini Kemensos dan Keaparatur negara kementerianan Pekerjaan Umum (PU) terus berkoordinasi mengenai pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat. Pemerintah memiliki target Sekolah Rakyat yang akan memakai gedung permanen pada tahun ini sesejumlah 100 lokasi bersama kapasitas masing-masing sekolah menampung 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

“Kita terus konsolidasi bersama Keaparatur negara kementerianan PU, diharapkan nanti tahun depan telah dapat 200 gedung Sekolah Rakyat dapat dibangun. Kita sedang bekerja keras ini demi supaya daerah dapat menyediakan tanah bersama seluruh persyaratan-persyaratan lainnya,” katanya.

Sekolah Rakyat merupakan program Presiden Prabowo Subianto demi memutus rantai kemiskinan di Indonesia. Sekolah ini khusus menjangkau kalangan anak yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Gus Ipul menerangkan, dalam penjangkauan murid Sekolah Rakyat tersebut, Kemensos bekerja sama bersama pihak pemerintah daerah. Sehingga kalangan anak yang tidak sekolah, masih belum maupun putus sekolah, dan berpotensi putus sekolah lantaran kondisi ekonomi keluarga yang tidak mampu, dapat melanjutkan pendidikan gratis di Sekolah Rakyat.

“Kita bekerja sama bersama pihak pemerintah daerah lantaran setiap (murid) yang sekolah di sini, (data) mereka semasih belumnya ditandatangani oleh pihak pemerintah daerah atau ditetapkan oleh pihak pemerintah daerah,” jelas Gus Ipul.

Hingga kini sekitar 15 ribu kalangan anak dari keluarga pra sejahtera telah menikmati pendidikan gratis berkualitas di Sekolah Rakyat. Jumlah siswa yang akan mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat akan terus bertambah seiring bersama datangnya tahun ajaran baru pada Juli 2026 mendatang. Pemerintah menargetkan siswa baru yang akan diterima pada pada tahun ini sesejumlah 32.640 siswa.***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *