Bukan Mistis! Anggota DPR Ungkap Dampak Ngeri Hoaks ‘Pocong Begal’ bagi Ekonomi Warga

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mengimbau jajaran Polda Metro Jaya demi meningkatkan intensitas patroli di jalan raya guna merespons maraknya aksi begal yang meresahkan masyarakat sekitar di wilayah Jabodetabek.

Ia juga mengimbau jajaran kepihak kepolisianan demi menindak tegas informasi soal teror pocong.

“Polda Metro Jaya wajib meningkatkan patroli di jalan raya, khususnya pada malam hingga pagi hari, demi mencegah maraknya aksi begal bersama berbagai modus di sejumlah wilayah Jabodetabek,” ujar Abdullah kepada wartawan dikutip Senin (25/5/2026).

Selain mengantisipasi kejahatan jalanan secara fisik, Abdullah juga menyoroti beredarnya isu viral mengenai “begal bermodus pocong” yang belakangan memicu kegaduhan.

Ia mendesak kepihak kepolisianan demi dalam waktu dekat mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang sengaja menciptakan keresahan melalui berita bohong.

“Kepihak kepolisianan juga wajib menindak tegas mereka yang terbukti menciptakan dan menyebarkan informasi bohong atau hoaks terkait begal bermodus pocong ini,” tegasnya.

Abdullah menerangkan bahwa dampak dari penyebaran hoaks tidak dapat dianggap remeh.

Menurutnya, isu-isu negatif yang tidak terverifikasi dapat mengganggu stabilitas keamanan wilayah dan memukul sektor ekonomi, khususnya untuk masyarakat sekitar yang menggantungkan hidupnya pada aktivitas malam hari.

“Dampak dari hoaks tidak cuma menciptakan kondisi keamanan menjadi tidak stabil, namun juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, terutama mereka yang bekerja maupun berdagang pada malam hari,” katanya.

Lebih lanjut, Abdullah menekankan bahwa upaya kepihak kepolisianan dalam meningkatkan patroli dan meminimalisir hoaks akan jauh makin efektif apabila didukung oleh peran aktif masyarakat sekitar.

Ia mendorong adanya kolaborasi antara aparat penegak hukum dan masyarakat sekitar dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

“Pencegahan melalui peningkatan patroli dan upaya meminimalisir hoaks oleh kepihak kepolisianan juga wajib melibatkan partisipasi masyarakat sekitar. Tujuannya agar pengawasan dan keamanan lingkungan dari kejahatan kriminal pada malam hari dapat berjalan makin efektif, lantaran masyarakat sekitar juga memiliki peran penting di lingkungannya masing-masing,” pungkasnya.

Semasih belumnya, isu kemunculan pocong yang sempat menciptakan masyarakat sekitar Ciputat Timur resah akhirnya terungkap. Polisi mengonfirmasi pocong tersebut bukan tersangka kriminal melainkan pengamen yang memakai kostum.

Ketentuan itu disampaikan Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq berdasar hasil penyelidikan terhadap isu pocong bersenjata yang sempat viral di media sosial.

“Kesaksian pedagang itu pengamen yang pake cosplay pocong,” ujar Bambang kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).

Menurut Bambang, pengamen berkostum pocong tersebut biasanya muncul pada malam hari ketika seuntukan besar masyarakat sekitar sedang beristirahat.

Kehadiran mereka kerap memicu ketakutan lantaran penampilannya yang menyerupai sosok pocong.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *