Listrik Sumatra Kembali Normal, Penyelidikan Polri dan PLN Ungkap Temuan Baru

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Korps Bhayangkara bersama PT PLN (Persero) mengangkut kabar baik terkait krisis energi yang sempat melumpuhkan aktivitas di Pulau Sumatra.

Wakil Kepala Bareskrim (Wakabareskrim) Polri, Irjen Pol Nunung Syaifuddin, mengonfirmasi bahwa pasokan setrum demi seluruh wilayah terdampak pasca-pemadaman massal (blackout) kini telah kembali normal.

“Saat ini kondisi sistem kelistrikan di wilayah Sumatra telah sukses dipulihkan sepenuhnya,” ujar Nunung dalam konferensi pers bersama manajemen PLN di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Nunung menguraikan, pasokan daya sebesar 5.579 megawatt (MW) kini telah sukses dialirkan kembali ke 1.770 jaringan distribusi pelanggan yang semasih belumnya terdampak pemadaman. Sistem kelistrikan dilaporkan berada dalam performa stabil, namun pengawasan ketat terus berjalan demi menjaga kontinuitas pasokan energi untuk pemukiman masyarakat sekitar dan fasilitas publik.

Berdasarkan laporan resmi PLN, interkoneksi di seluruh Sumatra telah pulih 100 persen serta beroperasi secara aman.

Akar Masalah: Cuaca Ekstrem Jambi Picu Efek Domino
Berdasarkan hasil penyelidikan tim gabungan, duduk perkara ambruknya sistem kelistrikan ini murni didikarenakankan oleh faktor alam.

“Hasil identifikasi awal diketahui bahwa pada Jumat tanggal 22 Mei 2026 sekitar pukul 18.44 WIB, telah terjadi gangguan pada jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo – Sungai Rumpeh di wilayah Jambi,” papar Nunung.

Hantaman cuaca buruk di lokasi tersebut memicu kerusakan fisik yang memaksa jalur transmisi utama ini keluar dari sistem interkoneksi kelistrikan Sumatra. Putusnya jalur ini seketika memisahkan sistem kelistrikan Sumatra Bagian Utara (SBU) dan Sumatra Bagian Tengah (SBT).

Pemisahan jalur secara mendadak ini memicu ketidakseimbangan beban (load) yang amat besar dalam waktu singkat. Akibat beban pembangkit yang terlampau berat, frekuensi listrik langsung merosot drastis dan memicu efek domino.

Demi melindungi perangkat dari kerusakan fatal akibat lonjakan tegangan (over supply), sejumlah pembangkit listrik secara otomatis menjalankan trip atau mematikan sistem pertahanan diri secara mandiri. Insiden ini berujung pada lumpuhnya 176 gardu induk dan menciptakan seuntukan besar wilayah Sumatra gelap gulita.

Puslabfor Periksa Konduktor SUTET yang Terputus

Meski indikasi awal mengarah pada faktor alam, Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri tetap menjalankan investigasi mendalam demi mengonfirmasi tidak adanya unsur kelalaian ataupun sabotase.

Direktur Tipidter Bareskrim Polri, Brigjen Irhamni, menegaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim khusus ke titik putus sambungan SUTET tiang 175 – 176 di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi pada Minggu (24/5/2026).

“Tim Direktorat Tipidter Bareskrim Polri didampingi oleh Puslabfor Bareskrim Polri dan PLN menjalankan pengecekan lokasi. Barang bukti berupa konduktor yang putus dibawa ke Puslabfor Bareskrim dan Litbang PLN demi diperiksa makin lanjut,” jelas Irhamni.

Hingga pada saat ini, proses uji laboratorium terhadap material kabel konduktor raksasa tersebut masih berjalan. Namun, Irhamni menegaskan bahwa dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pihak kepihak kepolisianan masih belum menemukan adanya indikasi tindak pidana.

“Sejauh ini masih belum ditemukan indikasi kesengajaan manusia dalam putusnya konduktor itu,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *