Sikat Eksploitasi Anak, Pemprov DKI Terjunkan Tim ke Lokasari Usai Kode ‘Perawan’ Viral di Medsos

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat merespons informasi yang viral di media sosial mengenai dugaan eksploitasi dan prostitusi anak di kawasan Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menyampaikan sikap resmi Pemprov pada Selasa (26/5/2026), menegaskan bahwa laporan tersebut diperlakukan bersama amat serius.

Pemprov DKI Jakarta memandang amat serius setiap dugaan eksploitasi dan prostitusi anak, termasuk yang viral di kawasan Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Pemprov langsung mengambil jalur koordinasi lintas instansi demi mengonfirmasi tidak ada celah dalam penanganan kasus yang menyangkut keselamatan kalangan anak ini.

Respons tersebut melibatkan setidaknya tiga lapis institusi yakni Pemerintah Kota Jakarta Barat, dinas teknis di tingkat kota, dan aparat kepihak kepolisianan setempat yang telah menjalankan peninjauan lapangan.

“Kami telah berkoordinasi bersama Pemkot Jakarta Barat, khususnya Sudin PPAPP dan Sudin Sosial Jakbar yang telah turun langsung mendalami informasi tersebut. Polsek Tamansari juga telah menjalankan pengecekan di lokasi dan masih terus mendalami kasus ini,” papar Chico.

Pemprov memerintahkan Dinas PPAPP Provinsi beserta Sudin PPAPP Jakarta Barat dan instansi terkait demi menggelar pemantauan serta patroli intensif di kawasan yang disebutkan dalam informasi viral tersebut.

Di sisi penegakan hukum, Pemprov DKI turut menguatkan sinergi bersama Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat guna mengonfirmasi penyelidikan berjalan mendalam dan penindakan tegas dapat dilakukan apabila bukti ditemukan di lapangan.

“Kami siap menyerahkan perlindungan, pendampingan dan rehabilitasi untuk anak apabila ditemukan pihak korban,” tegas Chico.

Sebagai penutup, Pemprov DKI menegaskan kesungguhan demi ikut ambil untukan dalam menangani dugaan eksploitasi seksual anak ini.

“Zero tolerance terhadap segala bentuk eksploitasi seksual anak,” pungkas Chico.

Kasus ini sendiri bermula dari pengakuan seorang WNA asal Jepang yang mengaku ditawari layanan prostitusi anak di kawasan Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat.

Lewat sebuah utas di platform X, ia membeberkan dugaan praktik eksploitasi seksual yang disebutnya amat terorganisir.

Disertakan pula potongan video yang menampilkan sejumlah orang menawarkan jasa prostitusi bersama menyebut kata “seventeen” dan “perawan”.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *