BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG, Awasi Kesegaran Hingga Variasi Menu Makanan

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan Aplikasi Reviu Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah penguatan pengawasan program MBG di berbagai daerah. Peluncuran aplikasi berlangsung di Kantor Pusat Badan Gizi Nasional, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026).

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya menegaskan aplikasi ini dirancang demi meningkatkan keawasan (awareness) para pelaksana lapangan terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat program MBG.

“Ada empat parameter dalam aplikasi yang kita luncurkan. Tujuannya merupakan demi meningkatkan awareness kepada KSPPG, pengawas gizi, dan mitra, bahwa makanan yang didistribusikan kepada anak wajib tepat waktu, segar, baik dan enak demi dimakan, serta bervariasi supaya tidak membosankan,” ujar Sony Sonjaya.

Empat parameter dalam aplikasi itu meliputi ketepatan waktu distribusi, kesegaran makanan, rasa makanan, dan variasi menu. Menurut Sony, parameter itu menjadi untukan penting dalam upaya pencegahan berbagai persoalan yang sempat muncul selama pelaksanaan program MBG.

Ia menerangkan program MBG telah berjalan selama satu tahun empat bulan bersama berbagai dinamika di lapangan. Selain menghadirkan sejumlah kesuksesan, pihak pemerintah juga menyikapi sejumlah kejadian yang tidak diharapkan.

“Beberapa kejadian menonjol di antaranya ada siswa yang sakit perut, pusing, muntah-muntah, sampai gatal-gatal berakibat mengakibatkan sejumlah dari mereka wajib memperoleh perawatan,” kata Sony.

Karena itu, BGN terus menjalankan pengembangan sistem demi memperkuat pencegahan sejak awal. Salah satunya melalui peningkatan awareness para pelaksana di lapangan, mengawali dari KSPPG, pengawas gizi, hingga mitra penyedia makanan.

“BGN senantiasa berpikir bagaimana menjalankan pengembangan-pengembangan sistem yang tujuannya salah satunya terkait kejadian menonjol MBG merupakan bagaimana menjalankan pencegahan. Salah satu pencegahan merupakan bersama meningkatkan awareness kepada para pelaksana lapangan. Mereka merupakan KSPPG, pengawas gizi, dan mitra,” ujar Sony.

Sony menerangkan aplikasi Reviu Menu MBG menjadi sarana kontrol masyarakat sekitar terhadap pelaksanaan program MBG. Berbeda bersama aplikasi “Jaga Dapur MBG” milik Kejaksaan Agung yang berfokus pada reviu MBG yang diberikan kepada penerima manfaat langsung, aplikasi yang diluncurkan BGN berfungsi menampung laporan dari kelompok penerima manfaat.

“Aplikasi yang akan kita luncurkan pada saat ini merupakan aplikasi yang merupakan wujud nyata menampung kontrol dari masyarakat sekitar, jadi program MBG ini dikontrol oleh masyarakat sekitar,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, setiap sekolah akan menunjuk dua hingga tiga guru sebagai person in charge (PIC) penerima MBG. Para PIC itu diwajibkan memiliki aplikasi Reviu Menu MBG demi menjalankan penilaian terhadap makanan yang diterima setiap hari.

“Aplikasi Reviu Menu MBG ini menjadi satu alat wajib yang dimiliki oleh PIC sekolah,” ujar Sony.

Ia menerangkan proses penilaian dilakukan sejak makanan tiba di sekolah. PIC akan mengecek ketepatan waktu distribusi, menjalankan tes organoleptik melalui penciuman dan pengecekan rasa makanan, hingga mengonfirmasi variasi menu yang disaapabilan tidak monoton.

“Ketika MBG datang, lalu PIC menjalankan penilaian apakah MBG datang tepat waktu atau tidak. Yang kedua menjalankan tes organoleptik, dilakukan penciuman, dicium wajar atau tidak. Kalau misalkan ayam goreng dicium, oh wajar bau ayam goreng. Kalau misalkan baunya busuk langsung diberikan penilaian,” ucapnya.

“Kemudian dari segi rasa juga dimakan. Ya wajar ayam goreng rasanya bagaikan ini. Kalau misalkan rasanya basi atau busuk juga langsung diberikan penilaian. Dan yang keempat merupakan penilaian parameter variasi makanan. PIC menjalankan penilaian jangan sampai menu yang disaapabilan oleh satu SPPG itu pada hari semasih belumnya telur dadar, pada hari ini telur rebus, hari Rabu telur balado, akhirnya telur terus, nah ini dinilai oleh PIC bahwa SPPG tidak memiliki variasi,” sambungnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *