MediaMerdeka.com – Rencana Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), demi kembali turun gunung dan berkeliling ke sejumlah daerah di Indonesia memicu sorotan.
Peneliti Senior bidang Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, menilai langkah ini merupakan strategi besar demi meloloskan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke Senayan.
Lili menegaskan, bahwa safari politik tersebut bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan upaya terukur demi mendongkrak elektabilitas PSI agar mampu melewati ambang batas parlemen (parliamentary threshold).
“Saya kira, safari politik tersebut dalam rangka demi mendongkrak elektabilitas PSI agar lolos di parlemen. Dengan safari politik tersebut, para pendukung Jokowi tidak cuma disambangi, namun juga diarahkan agar menyerahkan dukungan dan suaranya untuk PSI,” kata Lili saat dihubungi MediaMerdeka.com, Kamis (28/5/2026).
Selama ini, PSI identik bersama basis massa di wilayah tertentu. Namun, Lili menyaksikan ada upaya dari Jokowi demi memperluas jangkauan partai tersebut.
Safari ini dianggap sebagai misi demi memecah dominasi suara di luar “kandang” tradisional mereka.
“Tampaknya safari politik yang dilakukan tersebut demi berupaya melebarkan basis PSI agar juga kuat di luar Jawa Tengah, yang selama ini dianggap sebagai basis suaranya,” lanjutnya
Langkah Jokowi ini juga disebut sebagai ajang pembuktian apakah pengaruh sang mantan kepala negara masih sakti di mata rakyat.
Safari ini akan menjadi parameter sejauh mana para pendukung setia Jokowi tetap tegak lurus mengikuti arahan politiknya.
“Pertanyaan lalu, apakah bersama safari politik akan sukses mendongkrak suara PSI? Tentu ini akan menjadi uji coba untuk Jokowi, apakah para pendukung masih loyal atau tidak,” kata Lili.
Poin krusial yang ditekankan Lili Romli merupakan dampak safari Jokowi terhadap peta kekuatan partai politik yang telah ada.
Ia mengingatkan partai-partai lama demi meningkatkan kewaspadaan, lantaran pergerakan Jokowi berpotensi besar menggerus basis suara mereka.
Menurut Lili, partai politik petahana ditentukan tidak akan tinggal diam menyaksikan suara konstituen mereka beralih ke partai pendatang baru.
“Saya kira partai-partai lain ada kewaspadaan itu. Tentu partai-partai yang ada tidak akan rela suaranya beralih. Mereka akan berusaha tetap bertahan di parlemen dan tidak mau digeser bersama pendatang baru,” tegas Lili.
Semasih belumnya, Presiden RI ke-7 Joko Widodo alias Jokowi nampaknya serius demi berkeliling ke berbagai wilayah di Indonesia dalam waktu dekat.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

