8 Fakta Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pekalongan, Korban Disebut Mencapai Puluhan

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Aparat kepihak kepolisianan dari jajaran Polres Pekalongan Kota resmi mengamankan seorang oknum pimpinan pondok pesantren di wilayah Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, pada Rabu (27/5/2026).

Langkah tersebut diambil menyusul mencuatnya dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap sejumlah santriwati yang diduga berlangsung dalam kurun waktu cukup lama.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi menyebutkan pihaknya bergerak cepat setelah mengumpulkan bukti awal dan memetakan keberadaan tersangka.

“Ya, pada hari ini tepatnya kita lakukan pengamanan terhadap tersangka, yang informasinya merupakan salah satu pendiri pondok pesantren di wilayah hukum Polres Pekalongan Kota, pondoknya berada di Kabupaten Pekalongan,” ujar Riki saat ditemui di Satreskrim Polres Pekalongan Kota, dikutip Kamis (28/5/2026).

Untuk mengungkap makin jauh kasus yang mengguncang dunia pendidikan keagamaan ini, berikut delapan faktanya:

1. Sosok Tersangka dan Lokasi Kejadian

Pria yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka berinisial AKF (54). Ia diketahui merupakan pimpinan sekaligus pengasuh utama Pondok Pesantren Padepokan Padang Ati di Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.

2. Dugaan Terjadi Selama 17 Tahun

Kasus dugaan kekerasan seksual ini diduga bukan peristiwa baru. Kuasa hukum pihak korban, Ahmad Fauzi, menyebut tindakan tersebut diduga berlangsung sejak 2008 hingga 2025.

Salah satu pihak korban bahkan mengaku pertama kali merasakan perlakuan tidak senonoh saat masih berusia 14 tahun.

3. Modus Pijat dan Relasi Kuasa

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi membeberkan tersangka diduga memakai modus mengimbau santriwati memijat dirinya demi mendekati pihak korban.

Aksi tersebut lalu diduga berlanjut menjadi tindakan asusila yang dilakukan di ruang tertutup.

Polisi juga menduga tersangka memanfaatkan relasi kuasa sebagai guru dan tokoh agama berakibat pihak korban merasa terpaksa menuruti perintahnya.

4. Jumlah Korban Diduga Mencapai Puluhan

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *