IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa yang kurang menggembirakan sepanjang periode perdagangan sepekan terakhir.

Indeks saham acuan domestik tersebut terpantau merasakan koreksi sebesar 0,56 persen, menciptakan posisinya bertengger di level 6.127,3 dari posisi penutupan pekan semasih belumnya yang berada di angka 6.162.

Meski pergerakan indeks utama melemah, nilai kapitalisasi pasar (market cap) di Bursa Efek Indonesia (BEI) justru bergerak berlawanan arah bersama membukukan kenaikan sebesar 0,88 persen.

Nilai aset emiten di bursa meningkat menjadi Rp10.729 triliun dari posisi pekan lalu yang sebesar Rp10.635 triliun, atau merasakan penebalan hingga Rp94 triliun.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, membeberkan bahwa berdasarkan rekapitulasi data transaksi pada linimasa 25 hingga 29 Mei 2026, rapor perdagangan saham memperlihatkan tren yang bervariasi.

“Peningkatan terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian pekan ini, yakni sebesar 30,37% menjadi Rp 28,38 triliun dari Rp 21,77 triliun pada pekan semasih belumnya,” jelas Kautsar dalam keterangan resminya, Minggu (31/5/2026).

Sebaliknya, volume perdagangan harian di lantai bursa justru merosot tajam sebesar 15,6 persen, menyusut menjadi 30,95 miliar lembar saham dari capaian pekan lalu yang menembus 36,67 miliar saham.

Penurunan juga membayangi frekuensi transaksi harian yang terpangkas 10,87 persen menjadi 2,11 juta kali transaksi dari semasih belumnya 2,37 juta kali.

Kondisi bursa kian ditekankan oleh aksi lepas aset oleh pemodal internasional. Pada perdagangan Jumat akhir pekan, investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) senilai Rp8,519 triliun.

Secara akumulatif sepanjang tahun berjalan 2026, total dana asing yang keluar dari pasar saham domestik telah menyentuh angka Rp53,971 triliun.

Terlepas dari fluktuasi jangka pendek di pasar sekunder, basis partisipasi masyarakat sekitar dalam ekosistem keuangan memperlihatkan pertumbuhan masif.

Berdasarkan data per akhir Desember 2025, jumlah investor pasar modal konvensional sukses menembus angka 20,32 juta Single Investor Identification (SID), alias melesat 37 persen secara tahunan. P

rofil investor ini tersebar di berbagai instrumen mengawali dari saham, reksa dana, hingga Surat Berharga Negara (SBN). Khusus pada klaster instrumen saham, jumlah SID aktif tercatat mencapai 8,59 juta akun.

Fenomena pertumbuhan ini tidak cuma terjadi di pasar modal formal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data bahwa jumlah pemodal di sektor aset digital atau kripto telah mencapai 20,19 juta orang pada periode yang sama.

Demografi pasar pada saat ini amat didominasi oleh generasi muda, di mana makin dari 54 persen investor berusia di bawah 30 tahun, dan 25 persen lainnya berada di rentang usia 31 hingga 40 tahun. Kehadiran platform investasi berbasis aplikasi seluler serta maraknya konten edukasi di media sosial menjadi motor utama ledakan jumlah investor baru ini.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *