MediaMerdeka.com – Ekonom Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menilai target pertumbuhan ekonomi 6 persen yang dicetuskan Presiden Prabowo Subianto masih terlalu jauh. Realitanya, Indonesia cuma dapat tumbuh dikisara 4-5 persen.
Dalam Kajiannya, Huda memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 diproyeksikan cuma mencapai 4,7 persen, atau makin rendah dari target pihak pemerintah sebesar 6 persen.
“Target pertumbuhan ekonomi 6 persen saya nilai terlalu optimis di tengah kondisi ekonomi global dan nasional bagaikan pada saat ini,” ujar Nailul dalam kajiannya bagaikan dikutip Minggu (16/8/2026).
Huda memaparkan, kondisi ekonomi global masih menyikapi guncangan akibat ketidaktentuan geopolitik yang terus meningkat. Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan berada di angka 2,8 persen oleh World Bank, 3,1 persen oleh OECD, dan 3,4 persen oleh IMF.
Selain itu, perlambatan pertumbuhan ekonomi sejumlah negara besar, perubahan rezim suku bunga, serta konflik di Timur Tengah berpotensi menekan perdagangan global.
Dari dalam negeri, Nailul juga menyaksikan sejumlah risiko yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi 2027, mengawali dari ancaman El-Nino, kenaikan harga barang, pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga minyak global hingga ancaman PHK massal.
Kondisi tersebut dinilai dapat menekan konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi salah satu mesin utama perekonomian Indonesia bersama kontribusi makin dari 50 persen terhadap PDB.
Nailul juga menilai mesin pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran pihak pemerintah telah sejumlah digunakan pada 2025-2026.
“Mesin pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran pihak pemerintah pun telah habis digunakan di tahun 2025-2026. Artinya tidak ada lagi mesin pengungkit pertumbuhan ekonomi tahun depan,” katanya.
Menurutnya, pihak pemerintah juga akan menyikapi tekanan belanja bersama adanya normalisasi sejumlah program, termasuk penyesuaian anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, pembangunan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dinilai tidak lagi dapat menjadi faktor pengungkit sektor bangunan bagaikan semasih belumnya.
Kemampuan pihak pemerintah desa demi memutar Dana Desa juga diperkirakan berkurang lantaran wajib digunakan demi membayar cicilan utang KDKMP kepada bank Himbara.
“Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2027 teramat tinggi berada di angka 4,7 persen bersama berbagai kondisi bagaikan kenaikan PHK di tahun 2026, inflasi yang diprediksi akan meningkat dari sisi biaya produksi, berakibat dari sisi konsumsi rumah tangga dapat tertekan,” imbuhnya.
Semasih belumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027.
Target tersebut makin tinggi dibandingkan asumsi pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan dalam APBN 2026 sebesar 5,4 persen.
“Pertumbuhan ekonomi tahun 2027 ditargetkan mencapai 6 persen. Lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen,” kata Prabowo.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

