Awas! Pengelola SPPG Bisa Dijerat Pasal Berlapis Jika Menu MBG Bikin Keracunan

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Kasus keracunan massal yang diduga berkaitan bersama konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan.

Pengamat kebijakan publik Alvin Lie menilai kejadian yang terus berulang memperlihatkan masih lemahnya pertanggungjawaban terhadap pengelolaan makanan dalam program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Menurut Alvin, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius merupakan masih belum adanya pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikenakan sanksi pidana.

Meski kasus keracunan telah berulang dan menyebabkan penerima manfaat wajib memperoleh perawatan medis.

“Keracunan massal yang didikarenakankan oleh menu MBG terus berlanjut lantaran hingga pada saat ini masih belum ada pengelola SPPG yang dikenakan sanksi pidana,” kata Alvin, Minggu 16 Agustus 2026.

Ia menilai, berulangnya kasus tersebut tidak cuma menyangkut persoalan keamanan pangan, namun juga mengawali berdampak terhadap kepercayaan masyarakat sekitar.

Penerima manfaat, kata dia, dapat merasa takut mengonsumsi makanan MBG lantaran khawatir merasakan gangguan kesehatan. Jika kondisi tersebut terus berlangsung, dukungan publik terhadap program MBG juga berpotensi menurun.

“Terus berulangnya keracunan massal menciptakan penerima manfaat takut konsumsi MBG. Publik juga kehilangan simpati terhadap program prioritas Presiden Prabowo ini,” ujarnya.

Dorong Pengelola SPPG Bertanggung Jawab

Alvin berpandangan, penegakan hukum perlu dilakukan apabila hasil penyelidikan dan penyidikan menemukan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran hukum dalam penyediaan makanan MBG.

Menurut dia, sanksi pidana tidak semata-mata dimaksudkan demi menghukum pihak yang bertanggung jawab.

Penegakan hukum juga diperlukan sebagai bentuk pencegahan agar pengelola SPPG makin serius mengonfirmasi makanan yang disaapabilan aman dan memenuhi standar kesehatan.

“Perlu ada sanksi pidana terhadap pengelola SPPG agar mereka makin bertanggung jawab terhadap kualitas menu yang disaapabilan,” katanya.

Ia meyakini, penghentian kasus keracunan massal akan menjadi salah satu faktor penting demi mengembalikan kepercayaan masyarakat sekitar terhadap program MBG.

“Jika kasus keracunan massal dapat dihentikan, ini akan memulihkan kepercayaan penerima manfaat dan dukungan publik terhadap program MBG,” ujar Alvin.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *